perilaku anak

Perilaku anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan maupun media yang ada di sekitar mereka. Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku anak, yaitu:

  1. Masjid

Masjid adalah rumah Alla yang bersemayam di dalamnya rahmat Allah swt, ketenangan, dan malaikat-malaikat. Masjid adalah lambang cahaya di bumi. Masjid adalah sebaik-baik tempat yang dimanfaatkan oleh orang-orang mukmin. Anak-anak belajar bersikap yang tidak dapat dipelajari ditempat lain kecuali di masjid. Masjid adalah tempat menyatukan umat Islam dan pentauhidan Allah.

Di masjid, banyak informasi yang tidak dapat diperoleh oleh anak di sekolah maupun di dalam keluarga, seperti membaca Al-Qur’an, menegakkan shalat, dan memperoleh jawaban atas pertanyaan yang berpengaruh terhadap perkembangan otak anak.

Anak-anak harus diarahkan untuk lebih banyak meluangkan waktu pergi ke masjid. Di masjid, anak-anak belajar berwudhu’, melaksanakan shalat berjamaah, dan membaca Al-Qur’an. Anak-anak juga dapat bermain di taman masjid sehingga orang tua dan para pendidik bisa memperhatikan perkembangan dan pendidikan anak.

  1. Keluarga

Keluarga adalah dasar pendidikan pertama. Di dalam keluarga terbentuk kebiasaan, kecenderungan, dan pandangan hidup anak. Kebiasaan anak akan dipengaruhi oleh kebiasaan yang ada di dalam rumah karena sebelum usia sekolah, anak menghabiskan lebih banyak waktunya di rumah. Pengaruh d dalam keluarga di antaranya adalah cara berpikir, komunikasi, pendidikan agama, tradisi, dan adat istiadat.

Orang tua harus mengkhususkan waktu secara rutin bagi anak-anaknya dengan cara mengamati cara belajar, membaca, dan memperhatikan sesuatu. Orang tua harus memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang terjadi di sekitarnya, yaitu peristiwa-peristiwa sosial kemasyarakatan dan proses alam.

Orang tua harus membiasakan anaknya menjadi pendengar yang baik., mengajarinya kapan harus berbicara, tidak boleh memotong pembicaraan, tidak boleh tergesa-gesa menanggapi pembicaraan orang lain, hendaklah mereka menunggu sampai orang selesai berbicara meskipun berbeda pandangan, dan hendaklah mereka menghormati pandangan orang lain selama dalam masalah-masalah ijtihadiyah.

  1. Media Massa

Dalam pembahasan ini, media massa yang akan di bahas adalah majalah. Majalah yang dimaksudkan di sini adalah majalah yang sesuai dengan usia anak seperti majalah sekolah. Majalah sekolah adalah majalah yang diterbitkan oleh sekolah secara khusus menggambarkan kehidupan sekolah.

Orang tua hendaknya mendorong anak-anak untuk membaca majalah yang diperuntukkan bagi anak-anak sebab majalah ini memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pemikiran dan perasaan anak. Majalah adalah sarana pengarahan visi, informasi, wawasan, pengembangan rasa seni, pemenuhan imajinasi, dan pengembangan kecenderungan membaca bagi mereka. Cara ini merupakan sarana dalam membentuk perilaku anak pada suatu masyarakat, yang membedakannya dengan masyarakat yang lain.

  1. Sekolah

Sekolah akan membentuk kepribadian anak melalui program yang disediakan sekolah, baik yang termasuk muatan kurikuler (kegiatan yang dilaksanakan pada jam formal di sekolah), maupun muatan ekstrakurikuler (kegiatan yang dilakukan di luar jam sekolah).

Sekolah akan bersinergi dengan masyarakat dan orang tua wali siswa untuk membentuk sekolah menjadi teman yang aman dan nyaman  untuk anak-anak memperoleh ilmu, memperoleh kepuasan bermain, mengarah imajinasi seninya, membentuk tubuhnya, dan sebagainya.

  1. Game

Game akan sangat berpengaruh membentuk perilaku anak dalam kesehariannya. Anak akan secara sadar atau tidak sadar akan berperilaku dengan pengaruh game yang dimainkannya ketika bermain dengan teman-temannya. Mereka akan meniru adegan yang ada dalam game yang dimainkannya dan mempraktikkannya pada dunia nyata mereka. Jika game yang dimainkannya itu game yang bersifat keras seperti game perang-perangan, saling membunuh, saling memukul, dan kegiatan keras lainnya, maka akan membentuk perilaku anak menjadi keras dengan sendirinya.

Sebagai orang tua hendaknya menyediakan game yang mendidik dan tidak mengarah kepada perilaku yang membuatnya menjadi anak yang keras dalam bersikap. Sediakan bahkan ajarkan mereka game yang langsung berinteraksi dengan alam, sehingga mereka mengetahui alam secara langsung, mengenalkan mereka proses dari makanan yang mereka makan seperti nasi, buah, dan sebagainya. Caranya adalah dengan  memperlihatkan kepada mereka cara petani mencangkul, bercocok tanam, memetik hasil tanaman, dan seterusnya. Sehingga mereka akan sadar bagaimana lelahnya petani sampai tubuhan itu menjadi nasi, buah, dan sayur.

  1. Televisi

Televisi memiliki daya tarik yang besar dan mempengaruhi perilaku anak-anak. Anak-anak dapat memanfaatkan waktu yang lama di depan layar sebab televisi mencakup unsur pendengaran dan pengelihatan. Televisi mudah memalingkan perhatian anak sekalipun ia belum mampu membaca karena anak-anak sudah memiliki kemampuan melihat peristiwa yang nyata maupu yang bersifat khayalan.

Di antara kelabihan televisi adalah selalu menampilkan tayangan sesuai kebutuhan dan keinginan sehingga anak gemar menonton hingga membuatnya bosan. Namun, siaran televisi yang ditonton oleh anak hendaknya acara yang sesuai dengan umur mereka dan ditekankan supaya acaranya memberikan pendidikan. Disamping ada sisi positifnya, televisi juga memiliki sisi negatif seperti melihat acara yang berbau kekerasan seperti perang, pembunuhan, mutilasi, pemerkosaan, tawuran dan sebagainya. Dampak negatif televisi adalah anak tidak belajar karena menghabiskan sebagian besar waktunya menonton televisi. Jadi, untuk membentuk perilaku yang baik dari siaran televisi, orang tua hendaknya tanggap dan selektif terhadap acara yang akan ditonton anaknya dan menjadwalkan waktu menontonnya dan waktu belajarnya.

  1. Bacaan

Membaca adalah kegiatan otak yang mencakup penafsiran isyarat yang tertulis, menekuninya dengan makna, dan menafsirkan makna tersebut sesuai dengan wawasan pribadi pembaca. Membaca memiliki peran penting bagi anak yaitu memperluas jaringan informasinya, membuka wawasan kebudayaan, mewujudkan kesinambungan mendidik kepekaan rasa, dan membantu memecahkan kesulitan. Membaca dapat menanamkan nilai-nilai ilmu bagi anak dan keselarasan pribadi dengan masyarakatnya. Orang tua mengarahkan anak dapat membaca bacaan yang sesuai dengan umurnya, kegemarannya, dan hal-hal yang bermanfaat bagi anak.

(Dikutip dari: Dr. Farmawi M. Farmawi, 2001. Bagaimana Memanfaatkan Waktu Anak. terjemahan Muchotob Hamzah dan Subakir Saerozi. Jakarta: Gema Insani Press, hal. 20-33).