adab sebelum makan

ADAB MAKAN DAN MINUM

A. Urgensi Makan dan Minum

Makan dan minum merupakan aktivitas makhluk hidup di bumi. Tidak satu pun makhluk hidup di muka bumi ini yang tidak melakukan aktivitas makan dan minum. Sebagai sunatullah makan dan minum tidaklah dapat ditinggal oleh setiap makhluk hidup, maka agama telah mengajarkan setiap penganutnya dalam hal tersebut. Umat Islam telah diajarkan tata cara makan yang benar sesuai dengan perintah agamanya, sehingga orang yang taat kepada aturan dan adabnya, maka perbuatannya termasuk sedang melaksanakan ibadah.

Allah swt memerintahkan hamba-Nya untuk makan dari makanan yang halal dan baik. Pertama, telitilah bahwa makanan itu halal. Kedua, telitilah bahwa makanan itu baik. Kedua-duanya adalah diperlukan manusia karena makanan yang baik tetapi tidak halal, maka akan berpengaruh kepada perilaku manusia itu sendiri, sedangkan makanan yang halal namun tidak memenuhi kriteria baik untuk dikonsumsi, maka akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Oleh karena itu makanan yang aman untuk dikonsumsi oleh umat Islam adalah makanan yang memenuhi kriteri yang halal lagi baik. Allah swt berfirman dalam surah al-Baqarah (2) ayat 172 yang berbunyi:

يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Ya ayyuhal-lazi~na a~manu~ kulu~ min toyyiba~ti ma~ rozakna~kum wasykuru~ lilla~hi in kuntum iyy~hu ta’budu~na

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari apa yang kami rizkikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah (2): 172)

Ada beberapa cara untuk menentukan makan halal dan baik, antara lain:

  1. Tidak diperoleh dari orang yang suka mengambil milik orang lain tanpa keikhlasan atau ridho dari pemiliknya.
  2. Melihat zat makanan itu layak dikonsumsi atau tidak layak dikonsumsi, yaitu dengan memperhatikan kesegarannya, cara pengolahan, tenggang waktu pengolahannya dengan waktu akan dikonsumsi serta tempat penyajiannya jika diperlukan.
  3. Memilih jenis makanan yang cocok untuk kesehatan, bukan yang kontra terhadap kesehatan seperti makanan yang dilarang oleh dokter.

B. Adab Sebelum Makan

Adapun adab sebelum makan adalah sebagai berikut:

  1. Menghidangkan makanan pada tempat yang bersih

Makanan yang terhidang pada tempat yang bersih akan memberikan kenyaman kepada penikmat makanan, dan akan memberikan kenikmatan lebih atas rasa makanan yang memang sedap, aromanya akan menggoda tanpa ada gangguan bau busuk dari tempat yang tidak bersih, serta akan memberikan rasa asri di hati dengan kebersihan tempatnya.

Lesehan merupakan sebuah contoh tempat yang bersih dan asri. Lesehan  akan memberikan daya tarik pengunjung untuk menikmati makanan di sana, di sebabkan berbagai faktor seperti tempatnya bersih, teduh dengan banyak pepohonan, dekat dengan sawah, ada kolam ikan, dan sebagainya. Padahal tempatnya sederhana, tetapi dengan daya tarik tersebut, banyak orang yang ingin selalu duduk di sana dan menikmati makanan dengan orang-orang yang mereka sayangi, rekan kerja, dan seterusnya.

  1. Makan saat terasa lapar

Islam mengajarkan pemeluknya untuk makan ketika mulai merasakan lapar. Sebab makan ketika lapar merupakan saat yang tepat untuk menambah isi perut yang sudah menghabiskan produksi sisa makanan sebelumnya. Ibarat sebuah pabrik, produksi akan lancar jika pekerjaan itu sederhana dan tidak menumpuk. Cara produksi pabrik yang sederhana dalam pekerjaannya akan selesai dengan hasil yang baik, namun sebaliknya jika produksi belum selesai, kemudian datang lagi bahan yang akan di produksi, semakin hari semakin menumpuk, sehingga tidak pernah selesai proses produksinya. Dengan saling tindihnya produksi tersebut akan mengakibatkan pabriknya cepat mengalami kerusakan.

Bijaklah seorang muslim yang mengikuti aturan makan yang diajarkan agamanya. Makan saat lapar akan terasa lebih nikmat dari pada makan saat kekenyaangan. Namun tidaklah dibenarkankan dalam Islam, makan pada yang kelaparan, atau sengaja membiarkan diri kelaparan, sehingga akan mengakibat penyakit lambung atau penyakit maag.

  1. Mencuci tangan sebelum makan

Mencuci tangan sebelum makan akan mengurangi dampak penyebaran bakteri melalui tangan. Tangan yang tidak dicuci sebelum makan akan mempercepat terjangkitnya seseorang terhadap penyebaran bakteri bahkan virus yang efeknya akan membuat tubuh menjadi tertular penyakit, apalagi ketika kita pernah memegang barang yang sering dipegang oleh orang lain seperti uang. Uang itu sifatnya adalah estapet dari satu orang ke orang lain yang tidak terkontrol beredarnya. Jika tidak mencuci tangan sebelum makan, dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi yang menelan makanan yang bercampur virus.

  1. Bersyukur dengan makan yang tersedia dan tidak mencelanya

Makanan yang tersedia di meja makan adalah karunia atau pemberian Allah swt yang wajib untuk disyukuri. Tidaklah wajar seseorang tidak bersyukur atas terhadap makanan yang ada, apalagi sampai mencelanya. Rasululullah saw tidak pernah mencela makanan walaupun beliau tidak menyukainya. Diceritakan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu sebagai berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ مَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَابَ طَعَامًا قَطُّ كَانَ إِذَا اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ لَمْ يَشْتَهِهِ سَكَتَ

‘An Abi Hurairota qo~la ma~ ro aitu rosulallohi sollallo~hu ‘alaihi wasallam, ‘a~ba tho’a~man qottu ka~na izasytaha~hu akalahu waillam yasytahihi sakata

Artinya:

Dari Abu Hurairah ia berkata: Saya tidak pernah melihat melihat Rasulullah saw mencela makanan. Biasanya apabila beliau menyukai suatu makanan, maka beliau langsung memakannya, dan apabila beliau tidak menyukainya, maka beliau hanya diam (tidak memakannya).”   (HR. Muslim)

  1. Makan dengan tangan kanan

Makan dengan tangan kanan merupakan perintah Rasulullah saw, sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadits yang berbunyi:

عَنِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَالْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ فَإِنَ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

‘Anibni ‘Umaro anna rosulallohi sollallo~hu ‘alaihi wasallam qo~la, iza~ akala ahadukum falya’kul biyami~nihi wa iza~ syariba falyasyrob biyami~nihi, fa innasysyaitho~na ya’kulu bisyima~lihi wa yasyrob bisyima~lihi

Artinya:

Dari Ibnu Umar ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Apabila salah seorang di antara kamu makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya, dan apabila minum, maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya, karena syetan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

  1. Mengambil makanan terdekat

Kebiasaan makan yang tidak sesuai adab menjadikan kita lupa adab yang diajarkan oleh Rasulullah saw yaitu mengambil makanan yang paling dekat, yaitu yang di depan terlebih dahulu, baru kemudian boleh mengambil makanan yang di sebelahnya dan seterusnya. Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang berbunyi:

عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ كُنْتُ فِى حُجْرِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيْشُ فِى الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهِ وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

‘An ‘Umarobni Abi~ Salamah qo~la, kuntu fi hujri rosulilla~hi sollallo~hu ‘alaihi wasallam waka~nat yadi tati~syu fishshohfati faqo~la li ya~ gula~m sammilla~h wa kul biyami~nika wa kul mimma~ yali~ka

Artinya:

Dari Umar bin Abi Salamah ia berkata: Dulu saya pernah dalam asuhan Rasulullah saw. Suatu hari pada saat makan tiba, tangan saya terulur hendak menjangkau nampan yang berisi makanan. Tetapi Rasulullah saw berkata: Hai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu!.”  (HR. Muslim)

  1. Paham terhadap makan yang diinginkan orang lain

Islam melarang umatnya untuk saling mendahului dalam hal mengambil makanan, ketika dalam keadaan makan secara berjamaah. Hendaknya seorang muslim saling memahami apa yang diinginkan orang lain dalam makannya dan hendaknya tidak rakus. Memilih makanan hendaknya bijak, maka pilihlah makanan yang ada di depan terlebih dahulu.

  1. Mengambil makanan secukupnya

Mengambil makanan secukupnya merupakan adab seorang muslim. Muslim yang baik akan mengambil makanan yang cukup dengan porsi perutnya, bahkan Rasululllah mengajarkan sorang muslim itu mengisi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga untuk udara atau napas.

  1. Makan dengan tiga jari

Zaman sekarang ini kita sering lupa dengan cara makan yang diajarkan oleh Rasulullah saw yaitu makan dengan tiga jari. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Rasulullah saw makan dengan tiga jari yaitu sebagai berikut:

عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعِ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا

‘An Ka’bibni ma~likin qo~la ka~na Rosulullo~hi sollallo~hu ‘alaihi wasallam ya’kulu bitsala~tsi asho~bi’i wayal’aqu  yadahu qobla an yamsahaha~

Artinya:

Dari Ka’b bin Malik ia berkata: Rasulullah saw selalu makan dengan tiga jari dan menjilati tangannya sebelum membersihkannya.” (HR. Muslim)

  1. Makan dilakukan sambil duduk

Makan sambil berdiri menyalahi aturan Islam. Orang yang makan sambil berdiri tidak ada bedanya dengan binatang. Oleh karenanya makan sambil duduk akan memberi efek positif bagi kesehatan, karena makanan tidak langsung menuju ke usus, namun dapat memperoleh proses penyaringan dengan posisi duduk yang strategis.

  1. Membaca basmalah

Ketika hendak makan sebutlah nama Allah swt, sebuah tanda seorang yang bersyukur diberikan makanan oleh zat yang memberikan makan yaitu Allah ‘azza wa jalla. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلُهُ وَأَخِرَهُ

‘An ‘A~isyata rodiyaalla~hu ‘anha annannabiyya sallallo~hu ‘alaihi wasallama yaqu~lu, iza~ akala ahadukum falyazkurismallo~hi ta’a~la, fa in nasiya an yuzkarosmallo~hi ta’a~la fi awwalihi falyaqul bismilla~hi awwaluhu wa a~khirohu

Artinya:

Dari ‘Aisyah dia berkata: Rasulullah saw bersabda: Jika seorang diantara kalian makan, maka hendaknya dia menyebut nama Allah. Jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, maka hendaknya dia berkata, ‘Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir.” (HR. Abu Daud)

  1. Berdo’a sebelum makan

Ketika hendak makan Rasulullah saw mengajarkan umatnya supaya berdo’a agar mendapatkan keberkahan pada makanan yang dimakan. Do’a yang diajarkan Rasululullah saw berbunyi:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Alla~humma ba~rik lana~ fi~hi wa zidna~ minhu

Artinya:

Ya Allah, berilah kami berkah padanya dan tambahkanlah kepada kami (berkah) darinya.” (HR. Tirmidzi)

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Alla~humma ba~rik lana~ fi~ma~ rozaktana~ waqina~ ‘aza~banna~r

Artinya:

Ya Allah berilah keberkahan pada apa yang Engkau rizkikan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.”