Benarkah Facebook Bisa Membuat Remaja Jauh Dari Keluarga

Kemajuan dunia zaman sekarang sudah sangat cangih, dengan di barengi perkembangan tekhnologi yang sudah semakin canggih apalagi dengan adanya media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatapps, dan lainnya sudah menjadi seperti menemukan kehidupan yang baru.

Kehidupan seorang anak remaja zaman sekarang bisa dikatakan sudah bergantung dengan yang namanya media sosial, dan facebook salah satunya.

Dengan adanya Facebook semua orang bisa terhubung dengan orang, dari yang mereka sudah kenal sampai yang baru mereka kenal di facebook tersebut. Remaja maupun orang dewasa jaman sekarang memainkan media sosial facebook bisa menghabiskan waktu sampai 2/3 jam dalam sehari.

Media sosial seperti facebook, instagram, twitter, dan media sosial lainnya sudah membuat jarak dan telah megurangi waktu antara sesama.

Benarkan Facebook Bisa Membuat Remaja Jauh Dari Keluarga ?

Simak jawaban menurut Dr. Larry Rosen berikut ini.

Dengan begitu jaman sekarang seolah olah orang tua sudah tidak begitu khawatir lagi tentang dampak negatif untuk masa depan anaknya. Apalagi secara psikologis ketergantungan dengan media sosial mempunyai dampak yang negatif.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada bulan Maret 2011 oleh Dr.Larry Rosen seorang profesor psikologi di California state university) menunjukkn perilaku mudahnya kelalaian terhadap anggota keluarga, yaitu hubungan antara orangtua dan seorang anak. Hal itu disebabkan baik orangtua dan seorang anak lebih banyak menghabiskan banyak waktu dengan media sosial.

Selama ini, Beliau (Rosen) sudah melakukan penelitian yang dilakukannya terhadap seorang anak dan orangtua. Survie yang telah dilakukan terhadap 1.000 remaja, menunjukkan 300 anak yang masih aktif memainkan media sosial (facebook) menjadi sangat narsis. Banyak sekali rasa dayatarik dengan diri sendiri, berlebihan, egois, dan sikap sombong.

Dari sini, muncul perilaku sosial yang tidak peduli dengan lingkungan, termasuk keluarga sendiri. ungkap Rosen.

Kita bisa bilang efek dari media sosial facebook sangatlah nyata, akan tetapi remaja yang (overdosis) dengan tekhnologi dalam keseharian, termasuk video game lebih banyak merasa tertekan, baik pada waktu lagi sendiri dan di dalam lingkungan sekolah.

Efek dari menghabiskan waktu dengan media sosial atau video game adalah kepekaan dengan orang-orang yang ada disekitar juga menurun. Kedua orang tua tidak peka pada saat anak tertekan serta mengalami masalah begitu pula sebaliknya. Apalagi kita lihat dari sisi jeleknya, hubungan antara orangtua dan seorang anak dibangun didunia maya. Dalam kehidupan nyata, tidak saling menunjukkan perhatian dan hasih sayang. Apa itu secaa emosional maupun ungkapan dengan kata-kata.

Pada sisi lain, media sosial facebook bisa membuat kondisi fisik seseorang menjadi menurun, dari segi kesehatan mata bisa jadi terganggu karena disebabkan terlalu sering melihat layar. Waktu tidur menjadi tidak teratur, bahkan badan sering terasa terlalu capek, terutama pada bagian pinggang, pinggul dan bahu.