core event bau nyale

Bau Nyale adalah tradisi penduduk Lombok yang tinggal di sepanjang pantai selatan pulau ini untuk menangkap cacing nyale, terutama oleh mereka yang mengikuti kepercayaan Wetu telu. Upacara ini memang cukup unik. Core event Bau Nyale merupakan ritual adat masyarakat Sasak untuk menangkap cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika. Putri yang sangat cantik jelita ini menceburkan diri ke laut Seger Lombok Tengah karena bingung memilih sejumlah pangeran yang ingin mempersuntingnya. Nyale muncul setahun sekali di pantai Kuta dan pantai Seger biasanya sekitar bulan Februari/Maret saat musim hujan. Cacing-cacing ini hanya bertahan dua sampai tiga malam, tepat pada waktu sebelum fajar. Meski para tetua selalu mengatakan bahwa mereka bisa memprediksi dengan tepat munculnya cacing, namun sebagian besar waktunya diprediksi satu hari, terkadang bahkan dalam seminggu.

nyale
Nyale

Pelaksanaan core event Bau Nyale


berdasarkan “Sangkep Warige” pemangku empat penjuru mata angin yang dilaksanakan di Open Stage Pantai Seger Kecamatan Kuta Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (04/1/2018), tahun ini ditetapkan pada awal Maret yakni tanggal 6-7 Maret.  “Sangkep warige” atau rapat penentuan hari Bau Nyale yang berlangsung cukup alot itu dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Moh. Putria. Dihadiri juga Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Camat Pujut, Kepala Desa Kuta, pihak Kepolisian serta sejumlah tokoh adat di Kecamatan Pujut.