arti filsafat dan arti filosofi

Filsafat dan filsuf selalu berkaitan. Filsafat merupakan sebuah proses berfikir, filsuf adalah orang yang melakukannya. Filsafat selalu memiliki banyak arti, namun dari sekian banyak pendapat, esensinya bermuara pada sebuah pemikiran. Initi filsafat adalah pemikiran terhadap sesuatu yang menggunakan nalar. Jika demikian filsuf adalah orang cerdas yang menggunakan nalar untuk memikirkan fenomena apa saja. Filasafat juga dapat disebut pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Sebagai filsuf, manusia memiliki sifat ingin tahu terhadap segala sesuatu. Sesuatu yang ingin diketahui manusia tersebut disebut pengetahuan. Pengetahuan selalu membuat penasaran. Pengetahuan manusia penuh teka-teki. Dalam perhatian filsuf, pengetahuan dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu (1) pengetahuan indra, artinya pengetahuan hasil daya tarik indra manusia.  Termasuk di dalamnya hasil daya tangkap indra keenam manusia. (2) pengetahuan ilmiah, artinya pengetahuan yang diciptakan secara sistematis, melalui proses berpikir, koheren, transparan, dan akurat. (3) pengetahuan filasafat, artinya pengetahuan yang didapat melalui olah pikir. (4) pengetahuan agama, artinya pengetahuan yang diperoleh atas dasar doktrin.

Istilah “pengetahuan” (knowledge) tidak sama dengan “ilmu pengetahuan” (science). Science biasanya disebut sains, dan bercirikan pada pemahaman saintifik, artinya bersifat ilmiah. Filsuf tidak lain adalah orang yang ahli dalam hal sains. Pengetahuan seorang manusia dapat berasal dari pengalamannya atau dapat juga berasal dari orang lain sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang memiliki objek, metode, dan sistematika tertentu, yang lazimnya bersifat universal. Ilmu dan pengetahuan saling melengkapi hingga terbentuknya ilmu pengetahuan. Filsafat, mencoba memahami ilmu dan pengetahuan. Dengan modal filsafat, ilmu pengetahuan dapat berkembang luas.

Perbedaan filsafat dengan ilmu-ilmu yang lain adalah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan, sedangkan filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, koheren tentang seluruh kenyataan. Hal ini menandai bahwa filsafat cenderung lebih universal, tidak ada batas-batas yang jelas.

Syarat-syarat filsafat sebagai ilmu adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, koheren tentang seluruh kenyataan yang bersifat menyeluruh dan universal, dan sebagai penunjuk arah kegiatan manusia dalam seluruh bidang kehidupannya. Telaah secara mendalam pada filsafat akan membuat filsafat memiliki tiga sifat pokok, yaitu: (1) menyeluruh, (2) mendasar, (3) spekulatif. Muncunya tiga sifat ini berarti bahwa filsafat melihat segala persoalan dianalisis secara mendasar sampai ke akar-akarnya.

Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Filsafat adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan.
  2. Filsafat adalah pproses dari hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat dari yang ada, seperti hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, dan hakikat manusia, serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut.

Ada tiga persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah:

  1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh ontologi (metafisika).
  2. Bagaimana hidup ini ada? Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dapat dikupas oleh epistemologi.
  3. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas oleh antropologi filsafat.

(Dikutip dari: Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum., 2012. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: CAPS, hal. 1-4)