hukum menikah dalam islam

Hukum Menikah Dalam Islam, pernikahan adalah fitrah manusia yang sangat dianjurkan karna pernikahan dinilai sebagai salah satu ibadah. Pernikahan memiliki beragam tujuan terutama untuk meneruskan keturunan, dan tentunya untuk menghindari hal yang bertentangan dari ajaran agama Islam (zina) yang banyak menjerumuskan manusia ke lembah hitam.

Tentunya seorang lelaki menikah dengan wanita memiliki keinginan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Meskipun seringkali terjadi konflik dalam keluarga dan mengakibatkan perpisahan. Didalam islam dianjurkan sebelum menikah agar sebaiknya didahului oleh proses taaruf kemudian khitbah atau tunangan dalam islam adapun pacaran tidak dibenarkan.

Ikatan pernikahan yang sah berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah sebagai salah satu cara untuk menghindari perbuatan zina, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Bahkan di dalam agama Islam ikatan pernikahan sebanding dengan separuh agama.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِى.

Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”

Adapun hukum menikah dalam Islam sebagai berikut :

Didalam islam, hukum pernikahan dapat dikelompokkan menjadi lima kategori. Yaitu wajib, sunnah, haram, makruh dan mubah.

Pernikahan Hukumnya Wajib

Seseorang yang jika ia dalam keadaan mampu secara finansial dan ia sangat beresiko melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama Islam. Seperti Zina, maka bagi dirinya wajib Menjaga diri dari perbuatan zina, dan oleh sebab itu jalan keluarnya hanyalah dengan cara menikah.

Pernikahan Hukumnya Sunnah

Para ulama berpendapat bahwa, pernikahan hukumnya sunnah. Jika seseorang memiliki kemampuan untuk menjalankan hubungan menikah atau sudah siap untuk membangun rumah tangga. Akan tetapi ia mampu dalam menjaga dirinya dalam perbuatan yang mampu menjerumuskannya kedalam perbuatan zina. Walaupun demikian, agama Islam tetap menganjurkan pernikahan jika sudah memiliki kemampuan dan melakukan pernikahan sebagai salah satu bentuk ibadah.

Pernikahan Hukumnya Haram

Seseorang yang hendak menikah akan tetapi belum memiliki kemampuan atau belum bisa bertanggung jawab untuk memulai suatu kehidupan rumah tangga baik lahir maupun batin. Apabila ia menikah dikhawatirkan akan menelantarkan istrinya. Terlebih jika sesorang yang hendak menikah dengan maksud untuk menganiaya sang istri maka haram hukumnya untuk menikah. Didalam islam juga mengharamkan sebuah hubungan pernikahan dengan mahram atau wanita yang haram dinikahi atau juga pernikahan sedarah dan juga pernikahan yang berbeda agama selain ahli kitab.

Pernikahan Hukumnya Makruh

Orang yang memiliki cukup kemampuan atau tanggung jawab untuk berumahtangga serta ia dapat menahan dirinya dari perbuatan zina sehingga jika tidak menikah ia tidak akan tergelincir dalam perbuatan zina maka makruh hukumnya jika dilaksanakan. Sesorang yang memiliki keinginan untuk menikah akan tetapi tidak memiliki tekad yang kuat untuk menjalin ikatan pernikahan baik dalam memenuhi kewajiban suami maupun sebaliknya.

Pernikahan Hukumnya Mubah

seseorang yang hendak melakukan suatu pernikahan hukumnya mubah atau boleh dilaksanakan jika seseorang memiliki kemampuan untuk menikah.  Namun ia dapat tergelincir dalam perbuatan zina jika tidak melakukannnya. Hukum pernikahan ini bersifat mubah jika ia menikah hanya untuk memenuhi syahwatnya saja dan bukan bertujuan untuk membina rumah tangga sesuai syariat islam namun ia juga tidak dikhwatirkan akan menelantarkan istrinya.

Sekian yang dapat saya tulis tentang Hukum Menikah Dalam Islam, jika ada kesalahan dalam penulisan mohon sekiranya bersedia memberikan kritik maupun salam pada kolom komentar