الحمد لله الملكِ القادرِ الحليمِ السّاتِرِ. الذي ليس لابتدائهِ اَوَّلٌ ولا لِانْتِهَائِهِ اَخِرٌ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كرها الكافرون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الاولون والاخرون. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ……. صدق الله العظيم…

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak terlepas dari berintertaksi dengan orang lain, saling membutuhkan dalam segala hal. Dari interaksi atau hubungan itu akan timubul berbagai hal yang bisa saja menjadi bumerang baginya, namun di sisi lain dapat menjadi pembicu timbulnya kebangkitan dalam segala hal.

Orang yang salah dalam bergaul akan dengan mudah rusak dalam kehidupannya, namun tidak sedikit orang-orang yang telah rusak dan terpuruk dalam kehidupannya bisa bangkit karena pengaruh dari pergaulan barunya. Dalam sebuah syair orang bijak mengatakan:

لَا تَصْحَبِ الْكَسْلَان فِى حَالَاتِهِ، كَمْ صَالِحٌ بِفَسَادٍ أُخْرَ يُفْسِدُ

عَدُوُّ الْبَلِيْدِ إِلَى الْجَلِيْدِ سَرِيْعَةٍ، كَالْجُمْرِ يُوْقَدُ فِى الرِّمَادِ فَيُخْمَدُ

Jangan engkau temani para pemalasa dalam segala perilakunya, sebab banyak orang baik yang rusak karenanya. Penularan penyakit malas cepat terinpeksi kepada orang yang rajin, bagaikan arang yang akan mati dimasukkan ke dalam pasir.”

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw  bersabda tentang lingkungan yang berbunyi:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (رواه البخاري)

Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka orang tuanyalah yang menyebakannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. (HR. Bukhari)

Intinya adalah manusia itu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, terutama lingkungan keluarga. Oleh sebab itu sebagai sebuah keluarga muslim hendaknya memberikan suasana islami dalam lingkungan keluarga kita.

Di dalam pergaulan sehari-hari kita akan menemukan ada beberapa kelompok manusia yang akan memberikan pengaruh baik pengaruh yang baik maupun pengaruh yang kurang baik:

  1. Orang-orang yang di atas kita dalam ilmu dan amalnya

Orang yang ada dalam kelompok ini wajib kita dekati dan ikuti. Kemudian dari merekalah diharapkan kita menjadi bergairah untuk menuntut ilmu dan melakukan ibadah. Kepada merekalah kita harus banyak meminta nasehat dan pertimbangan-pertimbangan juga bermusyawarah dalam setiap permasalahan yang kita hadapi.

  1. Orang-orang yang berada di bawah kita dalam ilmu dan amalnya

Orang dalam kelompok ini harus kita kasihi, dengan memberikan perhatian dengan siraman nasihat yang baik semampu yang kita bisa. Islam melarang kita meninggalkan sama sekali mereka yang berada di bawah kita dalam ilmu dan amal. Namun, perbuatan mereka hendaknya kita tinggalkan dan tidak perlu ditiru sedikit maupun banyak. Dari berbagai media dapat kita lakukan amar ma’rup nahi munkar, masalah ingin atau tidaknya mereka mengikuti berpulang kepada diri mereka masing-masing.

  1. Orang yang sederajat dengan kita dalam ilmu dan amal

Kelompok ini adalah kelompok yang harus kita rangkul untuk bersama berjuang meningkatkan kualitas diri masing-masing. Kita dapat mengajak mereka bersaing dalam kebaikan, dan persaingan semacam ini dianjurkan di dalam ajaran Islam.

Betapapun baiknya pergaulan yang kita lakukan dengan orang lain akan terjerumus dengan yang disebut dengan nafsu jika memperturutkan keinginannya. Nafsu adalah sumber kehancuran bagi manusia yang mengikuti kemauannya. Nafsu merupakan sasaran utama para syetan untuk menghancurkan akal manusia. Oleh karena itu kita harus pandai menundukkannya dengan membatasi ruang geraknya jika ingin memerintahkan untuk berbuat dosa. Barang siapa menuruti keinginan nafsunya maka nafsu akan menuruti keinginan-keinginan yang lainnya.

Oleh sebab itu sebagai umat Islam hendaknya memiliki filter dalam bergaul, cermat dalam memilih teman, tidak memperturutkan hawa nafsu, dan hendaknya bergaul dengan orang-orang yang lebih dalam ilmu dan amalnya sehingga menjadikan kita lebih baik dan tentunya terhindar untuk terjerumus ke dalam lembah dosa. Ketahuilah bahwa obat hati itu lima perkara: baca Al-Qur’an dan maknanya, melakukan shalat malam, bergaul dengan orang soleh, memperbanyak berpuasa, dan memperpanjang zikir malam. Semoga Allah swt selalu menunjukkan jalan yang benar dan meridhoi kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Amin Allahumma Amin.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم