الحمد لله الملكِ القادرِ الحليمِ السّاتِرِ. الذي ليس لابتدائهِ اَوَّلٌ ولا لِانْتِهَائِهِ اَخِرٌ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كرها الكافرون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الاولون والاخرون. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ……. صدق الله العظيم…

Kehidupan di dunia ini memamng penuh dengan tawaran-tawaran yang menyenangkan, harapan-harapan yang akan terpenuhkan, ambisi-ambisi yang akan mencukupkan, cita-cita yang akan membahagiakan, dan segala keinginan yang akan memuaskan. Namun ketahuilah, bahwa semua itu adalah palsu, karena dunia semakin dikejar maka ia akan semakin jauh meninggalkan kita, namun ketika kita diam dan berpangku tangan, maka dia tidak akan menyapa kita sedikit pun. Jalan tengahnya adalah berusaha menggapai sedikit dari tawaran dunia untuk menggapai kebahagiaan di alam abadi yaitu di akhirat nanti. Sungguh akan beruntunglah orang yang pandai memanfaat kehidupan dunia ini untuk memperoleh kenikmatan di akhirat nanti, yaitu oarang-orang suka menyucikan diri, bertaubat kepada Allah, yakni orang-orang yang mengingat tuhannya siang dan malam, saat senang maupun susah, mereka mendirikan shalat fardu maupun shalat sunah, bersopan santun dengan sesamanya, dan sebagainya. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى، بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَواةَ الدُّنْيَا، وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى.

Sungguh beruntung orang-orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama tuhannya lalu dia shalat, sedangkan orang-orang kafir memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”. (QS. Al-A’la: 14-17)

Sesungguhnya orang yang mengejar kebahagiaan dunia, menjadikan kebahagiaan dan kesenangan dunia sebagai ambisinya maka Allah akan membuat mereka sengsara, dan yang akan mereka dapatkan hanyalah apa yang telah ditakdirkan Allah sejak zaman azali. Rasulullah saw men  egaskan dalam hadisnya yang berbunyi:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَةِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

Barang siapa menjadikan dunia sebagai ambisinya, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya, dan Allah akan menjadikannya miskin hati, serta tidaklah ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barang siapa menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah akan menyatukan urusannya dan membuatnya kaya hati, serta ia akan diberi dunia sedangkan dunia memaksanya”. (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:

مَنْ جَعَلَ الْهُمُوْمَ هَمًّا وَاحِدًا هُمُ الْمَعَادِ كَفَاهُ اللَّهُ هَمَّ دُنْيَاهُ وَمَنْ تَشَعَّبَتْ بِهِ الْهُمُوْمُ فِي أَحْوَالِ الدُّنْيَا لَمْ يُبَالِ اللَّهَ فِي أَيِّ أَوْدِيَتِهِ هَلَكَ

Barang siapa menjadikan segala macam keinginannya hanya satu, yaitu keinginan tempat kembali (di akhirat), Allah akan mencukupkan baginya keinginan dunianya, dan barang siapa yang keinginannya beraneka ragam pada urusan dunia, maka Allah tidak akan memperdulikannya di manapun ia binasa”. (HR. Ibnu Majah)

Dari hadits di atas dapat kita simpulkan bahwa bagaimanapun kita mengejar kemewahan dunia sesungguhnya kita tidak akan mampu menggapainya, kita hanya akan mendapatkan penatnya berharap, hanya akan memperoleh puasnya berusaha, namun hanya akan mendapatkan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah. Sungguh kesenangan dunia ini hanyalah janji palsu dari nafsu yang membisikkan untuk selalu berharap untuk memperoleh kebahagiaan dunia tanpa ada bukti nyata dari angan-angan yang dijanjikan. Katahuilah bahwa orang yang paling kaya hidup di dunia adalah orang yang merasa cukup dengan karunia Allah swt tanpa berlebih-lebihan dalam mengejarnya, kemudian dia bersyukur dengannya. Namun, ketahuilah bahwa orang yang paling sengsara dan miskin hidup di dunia adalah orang yang hidup dengan mengejar kesenangan dan kemewahan dunia, kemudian dia berharap lebih dari angan-angannya, selanjutnya dia kufur dengan nikmat Allah serta enggan berbagi dengan sesama. Maka, barang siapa yang berharapnya kepada Allah semata, maka ketenangan dan kebahagiaan adalah miliknya, namun barang siapa yang berharap kepada makhluk-Nya maka bersiaplah untuk kecewa. Janji Allah tidak akan salah, maka yakinlah bahwa Allah akan mencukup rizki bagi hamba-hambanya yang bertaqwa. Dalam Al-Qur’an dijelaskan yang artinya: “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, akan di diberikan jalan keluar dari kesulitannya, dan akan diberikan rizki kepadanya dari arah-arah yang tidak mereka sangka-sangka”.

Oleh karena itu, mari kita memperbaiki niat hidup di dunia ini untuk taat kepada Allah, menyiapkan bekal menuju akhirat dengan ketaqwaan, berbuat baik dalam segala kesempatan, saling memberi nasihat untuk terus mengingat Allah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama, sehingga Allah akan ridho dengan segala karunianya baik karunianya berupa rizki di dunia maupun ridho-Nya menjadikan kita sebagai penghuni surga-Nya.

Demikian khutbah singkat kali ini, semoga menjadikan kita lebih mencintai kebahagiaan akhirat dari pada mengejar kesenangan dunia yang tidak kunjung dapat memuaskan. Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur dengan segala yang telah kita terima dari Allah swt. Amin Allahumma Amin.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم

الحمد لله الذي لَامَانِعَ لِمَا اَعْطَاهُ, وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَاهُ, اَلْمُعِزُّ مَنْ اَطَاعَهُ وَالتَّقَاهُ, اَلْمُذِلُّ مَنْ خَالَفَ اَمْرَهُ وَعَصَاهُ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له وَلَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ سِوَاهُ شَهَادَةً تُبَلِّغُ شَاهِدَهَا الْحُسْنَى وَالزِّيَادَةَ يَوْمَ لِقَاهُ. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وخيرته من انبيائه واصفياه. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه ومن اصطفاه. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ان الله وملئكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد. كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات ………عباد الله. ان الله يأمر بالعدل والاحسان