KHUTBAH: MAULID NABI MUHAMMAD SAW

الحمد لِله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له فهو حسبي وكفى. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله النبيِّ المصطفى. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه ومَن نَصَرَهُ ومَنِ اقتدى، أما بعد: فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: …  صدق الله العظيم

Pada bulan ini kita telah berada pada bulan yang mulia, bulan kelahiran penghulu para rasul, utusan Allah yang terakhir yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Pada bulan kelahirannya Rasulullah SAW telah menyinari jagad raya dengan cahaya iman, memberantas segala kebodohan dan kecurangan, memberantas segala bentuk penzaliman terhadap sesama manusia, dan penghapusan segala bentuk perbudakan.

Allah SWT mengutus beberapa ribu Nabi yang tidak terhitung jumlahnya, mengutus ratusan Nabi yang terakumulasi di dalamnya 25 Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yang kesemuaannya adalah utusan Allah SWT yang bertugas mengajak manusia untuk mengabdi kepada sang pencipta alam semesta “Allah Azza Wa Jalla”. Lebih khusus Rasulullah Muhammad SAW memiliki beberapa kelebihan yang mendasar dibandingkan dengan utusan Allah sebelumnya, antara lain:

  1. Nabi Muhammmad SAW diutus untuk seluruh manusia (Kaffatan linnas)

Jika para rasul sebelumnya hanya ditus untuk suatu daerah bahkan hanya untuk kaumnya saja, maka Rasulullah SAW diutus untuk seluruh umat manusia. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

!$tBur y7»oYù=y™ö‘r& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉ‹tRur £`Å3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba: 28)

  1. Nabi Muhammad SAW adalah nabi sepanjang zaman

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang secara langsung merupakan utusan Allah sepanjang zaman, karena Allah SWT tidak akan mengutus lagi seorang Nabi setelahnya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 40)

  1. Siksaan Allah terhadap Umat Nabi Muhammad ditunda

Termasuk kelebihan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW adalah jika mereka melakukan dosa, maka siksanya tidaklah diberikan kontan, melainkan ditangguhkan atau ditunda. Berbeda dengan umat-umat terdahulu jika melakukan dosa, maka siksanya kontan, sebagai contoh umat Nabi Nuh AS disiksa dengan banjir selama 6 bulan 10 hari (QS. Al-Ankabut: 14-15), Kaum Nabi Shalih (Kaum Tsamud) dihancurkan oleh petir (QS. Al-Haqqah: 5), Kaum Nabi Hud (Kaum Ad) dihancurkan dengan angin yang sangat dingin (QS. Al-Haqqah: 6), Kaum Nabi Luth disiksa dengan hujan batu (QS. Asy-Syu’ara: 173) dan lain sebagainya.

Dengan ditundanya siksa kepada Umat Nabi Muhammad SAW nampaknya sebagaian orang disalahgunakan oleh banyak orang, sehingga banyak orang yang tetap melakukan dosa dan berbuat maksiat kepada Allah SWT.

Kaum musimin sidang Jum’at rahimakumullah

Walaupun siksa kepada umat Nabi Muhammad SAW tidak diberikan secara langsung, namun nampaknya ada beberapa peristiwa alam yang justru menjadi teguran Allah SWT kepada kita sebagai saran mengintrospeksi diri, hal tersebut berupa hujan lebat yang berubah menjadi banjir yang menelan korban, labilnya tanah akibat hujan yang lebat yang berdampak longsor, panas berkepanjangan menjadikan musim kemarau lebih panjang dari biasanya, dan berbagai peristiwa lain yang kadang perlu mendapat perhatian yang serius akibat dari perilaku kita sebagai umat manusia.

Berbagai macam bencana yang melanda negeri kita akhir-akhir ini dapat dikategorikan dalam beberapa kemungkina, antara lain:

  1. Sebagai peringatan atau teguran Allah atas perbuatan kita
  2. Sebagai efek jera terhadap ulah manusia yang tidak bertanggung jawab
  3. Dan mungkin sebagai ujian bagi orang-orang yang bertaqwa.

Diakhir khutbah ini, kita perlu bersyukur kepada Allah, karena telah mengimani Rasulullah Muhammad SAW, mengakui keislaman yang dibawanya, dan kita juga berbangga karena telah menjadi umatnya. Namun, jangan lupa cara kita bersyukur menjadi umat Nabi Muhammad SAW adalah melakukan apa saja yang dianjurkannya serta meneladani sifat-sifatnya yang mulia. Insya Allah, dengan berusaha meneladani sifatnya, kita akan selamat di dunia di akhirat.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم

الحمد لله الذي لَامَانِعَ لِمَا اَعْطَاهُ, وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَاهُ, اَلْمُعِزُّ مَنْ اَطَاعَهُ وَالتَّقَاهُ, اَلْمُذِلُّ مَنْ خَالَفَ اَمْرَهُ وَعَصَاهُ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له وَلَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ سِوَاهُ شَهَادَةً تُبَلِّغُ شَاهِدَهَا الْحُسْنَى وَالزِّيَادَةَ يَوْمَ لِقَاهُ. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وخيرته من انبيائه واصفياه. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه ومن اصطفاه. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ان الله وملئكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد. كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات ………عباد الله. ان الله يأمر بالعدل والاحسان……