الحمد لله الملكِ القادرِ الحليمِ السّاتِرِ. الذي ليس لابتدائهِ اَوَّلٌ ولا لِانْتِهَائِهِ اَخِرٌ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كرها الكافرون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الاولون والاخرون. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ……. صدق الله العظيم…

Perayaan hari kelahiran nabi  Muhammad terus dilaksanakan setiap tahun dengan menghadirkan alim ulama, tuan guru, para ustaz dan para muballigh untuk mengingat kembali misi diutusnya seorang nabi yang menjadi cahaya baru dari kondisi yang mencapai puncak kehinaan peradaban manusia tempat dilahirkannya. Salah satu misi diangkatnya nabi Muhammad saw adalah membentuk generasi baru yang manusiawi.

Perlu kita pahami bahwa keadaan bangsa Arab sebelum diangkatnya nabi Muhammad saw mencapai puncak kemaksiatan, kehinaan, dan perbuatan dosa. Salah satunya adalah menjadi sebuah tradisi bagi orang Arab menyembah berhala, minum minuman keras, berjudi, berperang, memperbudak sesama manusia, memuja kekayaan, dan menghinakan wanita.

Dengan situasi yang begitu memilukan, Allah swt mengutus seorang hamba-Nya yang bernama Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib untuk menghapus tradisi Arab yang tidak berpri kemanusiaan. Menghapus penyembahan terhadap berhala, menghapus tradisi minum minuman keras, menhapus perjudian yang merugikan, menghapus tradisi permusuhan antar sesama, menghapus perbudakan dan pemujaan terhadap kasta tingkatan manusia sesuai kekayaan dan jabatannya, serta nabi Muhammad diutus untuk menghapus perendahan martabat perempuan.

Selain itu nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlaq, bukan saja akhlaq terhadap Allah swt, namun akhlaq yang menyangkut diri pribadi, akhlaq terhadap sesama, dan akhlaq terhadap binatang dan alam semesta. Salah satu contoh akhlaq yang diajarkan nabi Muhammad saw adalah akhlaq terhadap diri sendiri seperti bagaimana berlaku bersih pada badan. Nabi saw mengajarkan ketika ingin masuk ke kamar mandi hendakanya mendahulukan kaki kiri dan berdo’a: “Allahumma inni a’uzubika minal khubutsi wal khaba’its” artinya “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan, kemudian duduk untuk membuang kotoran dengan tidak menghadap kiblat atau membelakanginya, tidak membuang kotorannya di tempat yang terbuka, tidak membuang kotorannya di bawah pohon, pada air yang tergenang, di tengah jalan, bahkan rasulullah saw melarang manusia membuang air besar atau air kecil pada lubang-lubang tanah dengan sabdanya yang berbunyi:

لا يبولن احدكم فى الثقب

Janganlah salah seorang diantara kamu kencing di lubang-lubang tanah”

Rasulullah saw melarang umatnya untuk sekedar kencing dilubang tanah, mengingat siapa tau di sana mungkin ada makhluk Allah berupa semut, rayap, dan lain sebagainya. Jangan sampai mereka mati karena kita membuang kotoran di sana. Setalah membuang air besar rasulullah mengajarkan untuk membasuh bekas kencing atau kotoran lainnya dengan sekurang-kurangnya memakai batu atau air atau memakai kedua-duanya batu dan air. Setelah itu kelura dengan mendahulukan kaki kanan seraya berdo’a: “Gufronaka, Alhamdulillahillazi azhaba annil aza waafani” artinya “Ya Allah, Aku minta ampun kepada-Mu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku penyakit dan maafkanlah aku”.

Begitulah rasulullah saw mengajarkan umatnya, dari hal yang paling kecil diatur dengan cara yang indah. Manfaatnya adalah disamping mendapatkan badan yang bersih, kita akan mendapat kedekatan dengan Allah swt setelah berdo’a kepadanya. Belum lagi akhlaq terhadap orang lain, rasulullh saw mengajarkan umat dengan sabdanya yang berbunyi:

عن ابى هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيرا أو ليصمت، و من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فاليكرم جاره، و من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فاليكرم ضيفه (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah ra ia berkata, rasulullah saw bersabda: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya, serta barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memulikan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah keindahan agama yang dibawa oleh nabi kita nabi Muhammad saw dari hal kecil sampai perkara besar beliau sampai dengan sedetil-detilnya. Jika kita akan membahas ajaran beliau, tidak akan cukup dalam sehari, seminggu, atau pun sebulan penuh. Namun kita mengambil intisari dari ajaran beliau yaitu memanfaatkan setiap kesempatan hidup ini untuk beribadah kepada Allah swt, berperilaku baik terhadap diri sendiri, terhadap sesama manusia, terhadap hewan dan terhadap alam sekitar kita. Semoga dengan mengikuti sunah-sunah beliau, kita mendapatkan syafaatnya nanti di yaumul hisab, dan semoga Allah mengumpulkan kita bersama beliau di surga, amin ya rabbal alamin.

…اللهم صلي صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمدن الذي تنحل به العقد

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم