الحمد لله الملكِ القادرِ الحليمِ السّاتِرِ. الذي ليس لابتدائهِ اَوَّلٌ ولا لِانْتِهَائِهِ اَخِرٌ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كرها الكافرون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الاولون والاخرون. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ……. صدق الله العظيم…

Kesenangan dan kebahagiaan bagi manusia datang silih berganti bagikan bergantinya siang dan malam, keduanya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Tentu semua orang akan ingin selama-lamanya merasakan kebahagiaan itu tanpa adanya penderitaan dan kesusahan yang akan menimpanya. Akan tetapi, seingin apapun kita supaya seseorang terus dalam keadaan sengsara, maka kita tak akan mampu menahannya. Bahagia dan sengsara tentu akan saling berganti terus menerus sampai hari akhir datang. Jika kebahagiaan itu sedang dirasakan oleh salah seorang di antara kita, maka yakinlah bahwa kesusahan akan datang menggantinya dengan segera, dan sebaliknya, jika salah seorang d antara kita sedang merasakan kesusahan, penderitaan hidup, musibah, ujian atau cobaan hidup, yakinlah setelah itu akan datang angin segar dan kebahagiaan sebagai gantinya. Karenanya, yakinlah bahwa kebahagiaan itu bukan tempatnya di dunia ini, dan sebaliknya yakinlah bahwa kesusahan dan penyesalan itu bukan tempatnya di dunia. Sungguh, kebahagiaan yang abadi adanya hanya di akhirat yaitu di dalam surga, dan sebaliknya kesusahan, penyesalan, dan penderitaan yang abadi adanya di akhirat yaitu di dalam neraka yang disediakn Allah bagi orang-orang yang ingkar.

Dengan adanya sisi kebahagiaan dan kesusahan yang di alami oleh manusia di alam dunia ini, maka keadaan manusia digolongkan menjadi empat macam:

  1. Sa’idun fid Dunia wa Sa’idun fil Akhirat: “Bahagia keadaannya dan bahagia pula keadaannya di akhirat.” Inilah golongan orang-orang yang paling beruntung.

Manusia yang dapat melakukan ini adalah manusia yang cerdas, menfungsikan akalnya dengan baik. Allah memberikannya rahmat berupa umur dipergunakannya untuk taat kepada Allah. Allah menitipkannya harta benda, dipergunakannya untuk bekal beribadah kepada Allah, menginfakkanya di jalan Allah, memberikan hak orang lain yang ada pada hartanya tersebut dengan cara berzakat dan bersadaqah. Sungguh orang semacam ini adalah orang yang pandai bersyukur atas segala yang dikaruniakan oleh Allah, dan ketahuilah bahwa inilah orang-orang yang beruntung.

  1. Sa’idun fid Dunia wa Saqiyyun fil Akhirat. “Bahagia di dunia, namun celaka di akhirat.” Ini golongan orang yang tidak beruntung.

Golongan manusia yang semacam ini, tidaklah pandai mempergunkan segala yang dikaruniakan Allah dengan baik. Allah memberikannya kesempatan hidup, ia sia-siakan dengan berbuat sesuatu yang hanya memberikannya kesenangan di dunia saja tanpa memikirkan kebahagiaannya di akhirat nanti. Allah SWT memberikannya harta benda, kekayaan, rumah yang mewah, mobil, atau segala sesuatu yang membahagiakannya di dunia, tidak pandai dia kelola untuk bekalnya di akhirat nanti. Maka, ketahuilah bahwa ini adalah golongan orang-orang yang rugi.

  1. Saqiyyun fid Dunia wa Sa’idun fil Akhirat. “Sengasara di dunia, namun bahagia di akhirat.” Golongan ini termasuk golongan orang yang beruntung.

Golongan manusia semacam ini adalah manusia cerdas, tahu diri, dan pandai bersyukur. Allah SWT memberikannya kekurangan di dunia dalam hal harta benda kadang-kadang, kekurangan penghasilan, dan bahkan kekurangan dalam hal fisik. Namun, ia cerdas, ia pergunakan kekurangan itu dengan berfikir, jika kebahagiaan tidak aku dapatkan di dunia, maka kebahagiaan itu aku harus dapatkan di akhirat, karena ia yakin bahwa tiada lain dunia ini adalah tempat yang Allah jadikan sebagai arena ujian yang berkepanjangan “Aasykuru am Akfur”, apakah bersyukur atau kufur. Kemudian dia beribadah kepada Allah dengan giatnya, menggunakan kesempatan hidup untuk mengumpulkan bekalnya menuju kebahagiaan hakiki di akhirat nanti. Sunggguh, ketahuilah bahwa orang semacam ini adalah orang yang beruntung.

  1. Saqiyyun fid Dunia wa Saqiyyun fil Akhirat. “Sengsara di dunia, dan sengasara pula di akhirat.” Inilah golongan manusia yang paling tidak beruntung.

Golongan manusia semacam ini merupakan manusia yang paling bodoh. Manusia dungu yang tidak menfungsikan akalnya dengan baik. Allah berikan kekurangan harta benda di dunia, kekurangan penghasilan, kemudian dia berkata, “Allah tidak adil kepada saya, Allah menzalimi saya, dan Allah sudah tidak sayang kepada saya.” Kemudian dia berkata, “Buat apa saya menyembahnya, untuk apa saya beribadah kepadanya.” Di isinya umur yang diberikan Allah SWT itu dengan berbuat maksiat, melakukan hal-hal yang dilarang Allah, dan seolah-olah dia menantang Allah dalam setiap sendi hidupnya. Ketahuilah, bahwa inilah golongan manusia yang paling celaka.

Oleh karena di mana pun posisi kita di dunia sekarang ini, tugas kita adalah bersyukur kepada Allah terhadap apa pun bentuk karunia Allah. Mari kita pergunakan akal untuk mendekatkan diri kepada Allah, karenanya yakinlah bahwa tempat kita untuk berbahagia bukan di dunia ini, karena kebahagiaan di dunia tiada lain hanya sebentar dan hanya bersifat semu belaka. Rasulullah SAW bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: لِسَانٌ ذَاكِرٌ وَقَلْبٌ شَاكِرٌ وَبَدَنٌ عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرٌ وَزَوْجَةٌ لَا تَبْغِيْهِ خَوْنًا فِيْ نَفْسِهَا وَلَا مَالِهَا (رواه الطبرانى عن ابن عباس

Ada empat perkara, barang siapa diberi keempat perkra itu, berarti ia benar-benar telah diberi kebaikan dunia dan khirat, yaitu: lisan yang selalu berzikir, hati yang selalu bersyukur, tubuh yang sabar dalam menghadapi cobaan, dan seorang istri yang mau dinikahi bukan lantaran takut celaka atau bukan pula mengharapkan hartanya.” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas)

Marilah pergunakan akal pikiran kita untuk lebih verdas memandang kehidupan dunia ini. Semoga kita menjadi orang-orang yang pandai bersyukur terhadap segala hal yang diberikan Allah kepada kita, yakni dengan banyak mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjtnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dan mendapat ridho dari Allah SWT. Amin Allahumma amin.

  بارك الله لي ولكم في القران العظيم

الحمد لله الذي لَامَانِعَ لِمَا اَعْطَاهُ, وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَاهُ, اَلْمُعِزُّ مَنْ اَطَاعَهُ وَالتَّقَاهُ, اَلْمُذِلُّ مَنْ خَالَفَ اَمْرَهُ  وَعَصَاهُ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له وَلَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ سِوَاهُ شَهَادَةً تُبَلِّغُ شَاهِدَهَا الْحُسْنَى وَالزِّيَادَةَ يَوْمَ لِقَاهُ. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وخيرته من انبيائه واصفياه. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه ومن اصطفاه. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ان الله وملئكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد. كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات ………عباد الله. ان الله يأمر بالعدل والاحسان…..