اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَّمَائِر، وَنَقَّى السَّرَائِر، فَهَدَى الْقَلْبَ الْحَائِرَ، إِلَى طَرِيْقِ أُولِى الْبَصَائِر. اشهد ان لا اله الا الله وحده لاشريك له ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كرها الكافرون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الاولون والاخرون. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ……. صدق الله العظيم…

Siang dan malam datang silih berganti, waktu datang dan pergi begitu cepat menghiasi setiap langkah setiap makhluk yang sedang menjalani setiap takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. Dalam benak kita masing-masing, seolah-olah baru kemarin kita berlari-lari dengan riang menjalani masa kanak-kanak, masa muda, namun sekarang keadaan telah berubah, kini kita suda tua, sungguh singkat rasanya kehidupan dunia ini kita jalani. Maka beruntunglah orang-orang yang pandai memanfaatkan kehidupannya, namun celakalah orang yang tidak berfikir dengannya.

Kehidupan dunia bukanlah tujuan, melainkan tempat mengumpulkan amal dan mempersiapkan diri untuk dapat hidup bahagia di alam akhirat sana. Setiap waktu, setiap saat, malaikat pencabut nyawa mengintai setiap manusia untuk dibawa mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka masing-masing, dan tidak terkecuali kita semua yang berada di tempat ini. Oleh karena itu, bekal perlu kita persiapkan, karena perjalanan kita masih panjang, perjalanan yang kita masing-masing tidak mengetahui kapan pemberhentiannya. Berujung bahagia ataukah berujung sengsara. Persiapkan saja yang terbaik, taatilah apa yang diperintahkan Allah, jadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman hidup, insya Allah, Allah akan membalasnya dengan balasan yang baik, dan ketahuilah bahwa Allah SWT tidak akan pernah ingkar dari janjinya.

Untuk mengumpulkan bekal bagi kehidupan kita di akhirat, di sinilah tempatnya, di dunia ini, bukan di akhirat. Yakinlah, bahwa di akhirat nanti semua orang akan menyesal. Pertama, yang di neraka menyesal dengan maksiat yang pernah diperbuatnya ketika di dunia, mereka ingin diberikan kesempatan untuk kembali ke dunia walaupun hanya sesaat, namun terlambat, terlambatlah sudah, penyesalan tinggallah penyesalan. Kedua, orang yang masuk surga menyesal dengan sedikitnya amal yang diperbuatnya dibandingkan dengan orang lain, dilihatnya kemewahan yang diberikan Allah SWT melebihi apa yang diberikan kepadanya, mereka iri dan menyesal, “Kenapa saya menyia-nyiakan waktu untuk perbuatan yang kurang berguna ketika di dunia” penyesalan itu pun datang, andaikan Allah dapat mengizinkannya untuk kembali ke dunia ini, mereka pasti akan taat setaat-taatnya, namun penyesalan tinggalah penyesalan. Oleh karenanya selagi ada kesempatan, mari kita ingat bahwa ketika ajal telah tiba, maka pengumpulan bekal telah sirna. Jika kematian telah datang, maka pahala tidak akan diperoleh oleh seseorang. Sungguh, orang yang beruntung adalah orang yang sadar diri dan rajin menabung untuk keperluannya di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda:

أَرْبَعٌ مِنْ كَنْزِ الْجَنَّةِ: إِخْفَاءُ الصَّدَقَةِ، وَكِتْمَانُ الْمُصِيْبَةِ، وَصِلَةُ الرَّحِمِ، وَقَوْلُ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ (رواه الخاطب)

Ada empat perkara yang akan menjadi tabungan di surga, yaitu: menyamarkan sadaqah, menyembunyikan musibah, mengeratkan silaturrahmi, dan mengucapkan “La haula wala quwwata illa billah” (Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah).” (HR. Al-Khatib dari Ali bin Abi Thalib)

Pertama, orang yang bersadaqah dan menyamarkan sadaqahnya dari orang lain, hanya dia, orang yang menerima sadaqahnya, dan Allah saja yang mengetahuinya, maka orang tersebut telah mendapat tabungan di surga. Orang yang bersadaqah dan tidak ingin didengar bahwa dia telah bersadaqah oleh orang lain, tidak ingin membicarakan tentang sadaqahnya kepada orang lain, tidak ingin mendengar bahwa orang lain membicarakan tentang sadaqahnya, maka orang tersebut telah menabung untuk kehidupannya di surga nanti.

Kedua, orang menyembunyikan musibah yang dideritanya dari orang lain, tidak ingin mengeluh kepada makhluq, tidak suka membicarakan kesengsaraan yang dideritanya, tidak menganggap Allah sedang tidak berpihak kepadanya, dan hanyalah dia dan Allah yang mengetahui keadaannya. Sungguh, orang ini telah menabung untuk kebahagiaannya di surga nanti.

Ketiga, mengeratkan silaturrahmi, menjalin hubungan persaudaraan sesama kaum muslimin, bersikap lembut terhadap sesama, berusaha menghindari setiap gejala yang akan menimbulkan perpecahan dan berakibat akan memutuskan silaturrahmi, serta berkasih sayang kepada seluruh umat manusia pada umumnya. Ketahuilah, bahwa orang yang menjalin silaturrahmi tersebut, telah menabung untuk kebahagiaannya di surga nanti.

Keempat, orang yang suka membaca “La haula wala quwwata illa billah” (Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah SWT). Orang yang suka membaca kalimat tersebut dalam waktu senggangnya, dalam setiap kesempatan yang ia punya, maka ketahuilah bahwa orang tersebut telah menabung untuk kebahagiaannya di surga nanti.

Demikian khutbah singkat kali ini, mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat kita amalkan bersama dalam kehidupan kita sehari-hari, semoga Allah selalu membimbing kita menuju jalan yang diridhai-Nya. Amin Allahumma Amin.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم …..

الحمد لله الذي لَامَانِعَ لِمَا اَعْطَاهُ, وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَاهُ, اَلْمُعِزُّ مَنْ اَطَاعَهُ وَالتَّقَاهُ, اَلْمُذِلُّ مَنْ خَالَفَ اَمْرَهُ وَعَصَاهُ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له وَلَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ سِوَاهُ شَهَادَةً تُبَلِّغُ شَاهِدَهَا الْحُسْنَى وَالزِّيَادَةَ يَوْمَ لِقَاهُ. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وخيرته من انبيائه واصفياه. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه ومن اصطفاه. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: ان الله وملئكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد. كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات ………عباد الله. ان الله يأمر بالعدل والاحسان…..