الحمد لله الملكِ القادرِ الحليمِ السّاتِرِ. الذي ليس لابتدائهِ اَوَّلٌ ولا لِانْتِهَائِهِ اَخِرٌ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كرها الكافرون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الاولون والاخرون. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى: الهكم التكاثر، حتى زرتم المقابر… صدق الله العظيم…

Terciptanya manusia sebagai khalifah di bumi bukanlah sekedar untuk menempatinya saja, tanpa ada pertanggungjawabannya kelak di alam berikutnya yaitu alam akhirat. Oleh karenanya diperlukan segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan ketika masih menjadi penghuni bumi dan perlu mepersiapkan bekal untuk keperluannya pada alam yang penuh siksa maupun nikmat.

Sungguh merugilah orang yang menjadikan dunia ini sebagai tempat berpoya-poya dan mengumbar nafsu yang mendatangkan dosa. Namun beruntunglah orang-orang yang cerdas menyikapi kehidupan dunia yang diibaratkan seperti seorang musafir yang menyandarkan perahunya, naik ke sebuah daratan dan mengambil keperluannya sebagai bekal di atas bahtera lautan yang luas menuju sebuah perjalanan panjang yang sesungguhnya.

Sesungguhnya orang yang paling cerdas menyikapi kehidupan dunia adalah orang yang zuhud. Namun apakah zuhud itu? Zuhud adalah lebih mementingkan amalan akhirat dengan memperbanyak perbekalan menuju ke sana dari pada terlena dengan kenikmatan dunia yang bersifat sementara. ‘Ali Ibn Abī Thālib berkata, “Sesungguhnya dunia telah pergi berpaling sedangkan akhirat datang menghadap. Masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah menjadi anak-anak dunia. Ketahuilah, sesungguhnya mereka yang zuhud di dunia menjadikan bumi sebagai permadani, tanah sebagai kasur dan air sebagai minyak wangi. Ingatlah, siapa saja yang merindui surga niscaya terhibur dan terlupakan dari syahwat; barangsiapa yang takut dengan neraka niscaya mundur dari hal-hal yang diharamkan; dan barangsiapa yang zuhud di dunia maka terasa ringan baginya segala musibah yang menimpanya.

‘Aun Ibn ‘Abdillah berkata, “Kedudukan dunia dan akhirat dalam hati seseorang adalah bagaikan dua sisi timbangan. Jika salah satu sisinya menurun maka sisi lainnya terangkat.” Beliau juga berkata, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kita menjadikan untuk dunia adalah sisa dari akhirat mereka. Namun sekarang kita justru menjadikan untuk akhirat kita adalah sisa dari dunia.

Dari Muhammad Ibn Abī ‘Imrān, ia mendengar Hātim al-Ashamm ditanya oleh seseorang, “Di atas apa engkau membangun segala urusanmu dalam hal tawakkal kepada Allah?” Hātim menjawab, “Di atas empat perkara, yaitu;

  1. Aku tahu rizkiku tidak akan dimakan oleh orang lain, karena itu jiwaku pun tentram.
  2. Aku tahu pekerjaanku tidak akan dilakukan oleh orang lain, karena itu aku pun tersibukkan dengannya.
  3. Aku tahu kematian akan mendatangiku secara tiba-tiba, karena itu aku pun bersegera untuk itu.
  4. Aku tahu bahwa aku tidak akan pernah terlepas dari penglihatan Allah di mana pun aku berada, karena itu aku malu kepada-Nya.”

Selanjutnya Yahya Ibn Mu’ādz berkata, “Sungguh kasihan anak Adam, sekiranya saja ia takut neraka sebagaimana ia takut kemiskinan niscaya ia akan masuk surga.” Abū Muslim al-Khaulāni berkata, “Sekiranya aku melihat surga dengan mata kepalaku, maka aku tidak mempunyai bekal (untuk ke sana); dan sekiranya aku melihat neraka dengan mata kepalaku, aku juga tidak mempunyai bekal (untuk selamat darinya).”

Dari berbagai nasehat orang shalih tersebut, marilah kita memperbanyak amal soleh sebagai perbekalan di alam akhirat nanti, dan marilah kita meninggalkan segala hal yang dilarang Allah swt untuk mengurangi timbangan dosa kita pada hari ditimbangnya segala amal perbuatan manusia. Dengan harapan semoga Allah selalu menunjukkan jalan menuju ridho-Nya, amin Allahumma amin.

 

 

بارك الله لي ولكم …

الحمد لله الذي لَامَانِعَ لِمَا اَعْطَاهُ, وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَاهُ, اَلْمُعِزُّ مَنْ اَطَاعَهُ وَالتَّقَاهُ, اَلْمُذِلُّ مَنْ خَالَفَ اَمْرَهُ وَعَصَاهُ. اشهد ان لا اله الاالله وحده لاشريك له وَلَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ سِوَاهُ شَهَادَةً تُبَلِّغُ شَاهِدَهَا الْحُسْنَى وَالزِّيَادَةَ يَوْمَ لِقَاهُ. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وخيرته من انبيائه واصفياه. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله واصحابه ومن اصطفاه. اما بعد. فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون. واعلموا ان الله امركم بأمر بدأ فيه بنفسه وثنى بملئكته المسبحة بقدسه قال الله تعالى: ان الله وملئكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد كما صليت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال  سيدنا محمد. كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات ………عباد الله. ان الله يأمر بالعدل والاحس…..