Menormalkan Posisi Janin

Kisah nyata dari pak POS Pringgarata, Lombok Tengah, NTB (SYAFRUDIN) tahun 2005

Alkisah, saya (Harto) pergi bersama istri ke POS Pringgarata pada Desember 2005 untuk menemaninya mengambil gaji bulanannya di sana. Waktu itu kami agak terlambat tiba di sana, waktu ISHOMA (istirahat, solat, makan) sekitar jam 12.00 Wita.

Saat melihat kami yang begitu mesra (maklum penganten baru), Pak POS menghampiri sembari duduk di dekat kami dan berkata: “Adik ini baru-baru nikah ya?”. Kami menjawab: Ya…Selanjutnya ia bercerita:

Dulu, ketika istri saya hamil 7 bulan, saya pergi konsultasi kehamilan istri saya ke dokter spesialis kandungan. Setelah selesai konsultasinya saya dan istri keluar. Sembari menunggu resep, pak dokter memanggil saya dan ia berkata: “Bapak yang sabar ya, karena kondisi bayi bapak dalam keadaan sungsang, berdo’a kepada Allah agar diberikan yang terbaik. Sementara di luar istri saya tidak tau tentang masalah ini. Dengan saran dokter itu, saya begitu pusing, dan kami bergegas pulang untuk menenangkan diri.

Malam-malam berlalu dengan terngiang kata-kata dokter itu. namun, dalam kegelisahan itu saya berfikir, saya punya Tuhan, semua takdir ada ditangan-Nya. Dengan semangat saya bangun dan berwudhu’, selanjutnya saya mengajak istri untuk ikut solat tahajjud dan menyarankannya memperbanyak solat dan memperpanjang sujudnya. Istri saya pun mengikuti ajakan saya.

Setiap malam saya mengajak istri untuk terus istiqomah solat tahajjud dan memperpanjang sujudnya. Lagi-lagi istri saya pun menuruti perkataan saya, dan itu berlangsung selama 1 bulan. Dan tibalah pada tanggal yang dijanjikan saya menemani istri pergi konsultasi kehamilannya ke dokter yang sama. AJAIB, keajaiban terjadi…setelah di cek, ternyata posisi janinnya normal, posisinya bagus. Selanjutnya dokter itu berkata kepada saya: “Apa yang sudah kamu lakukan?”. Saya jawab: Kenapa dok? Dokter itu mengatakan: Posisi janinnya normal, apa yang kamu lakukan? Saya mengatakan: saya hanya menyarankan istri memperbanyak solat dan memperpanjang sujudnya. Dokter pun berkata: Selamat, selamat pak, semoga melahirkannya lancar! Saya begitu bahagia mendengar berita itu.

Setelah beberapa minggu, tepatnya pada tanggal yang diperkirakan bidan, akhirnya istri saya melahirkan secara normal dan bayinya keluar dengan normal, lancar, dan tidak kurang satu apa pun. Alhamdulillah, terima kasih Allah telah menyelamatkan kami semua.

Saudariku…bagi yang lagi hamil, yang belum hamil, alangkah baiknya jika sewaktu hamil hendaklah memperbanyak solat, perpanjang sujudnya! Karena dengan memperpanjang sujud pada shalat akan sangat berguna bagi ibu hamil dan bayinya. Semoga bermanfaat. amin Allahumma amin.