pengertian filologi

 A. Pengertian Filologi

Filologi berasal dari bahasa Yunani yaitu philos yang berarti cinta dan logos yang berarti pembicaraan, kata atau ilmu. Jadi filologi artinya cinta pembicaraan atau cinta ilmu pengetahuan. Filologi juga dapat diartikan senang berbicara, atau senang belajar, senang kepada ilmu, dan kemudian senang kepada tulis-tulisan dasar yang bernilai tinggi. Obyek kajian filologi adalah teks, sedang sasaran kerjanya berupa naskah. Naskah merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peninggalan tulisan masa lampau, dan teks merupakan kandungan yang tersimpan dalam suatu naskah. ‘Naskah’ sering pula disebut dengan ‘manuskrip’ atau ‘kodeks’ yang berarti tulisan tangan[1].

Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, filologi artinya ilmu tentang perkembangan budaya suatu bangsa berdasarkan bahasa dan sastranya[2].

Merujuk kepada kedua pendapat di atas dapat di tarik pengertian bahwan filologi adalah rasa gembira dalam mempelajari ilmu yang berhubungan dengan sejarah, budaya, dan  tulisan kuno berupa teks peninggalan sejarah suatu daerah atau bangsa tertentu. Ini berarti bahwa filologi merupakan suatu ilmu yang objek penelitiannya adalah berupa manuskrip-manuskrip atau naskah-naskah kuno.

B. Pendekatan Filologi

Filologi merupakan pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup sastra bahasa dan kebudayaan. Maka filologi berguna untuk meneliti bahasa, meneliti kajian linguistik, makna kata-kata dan penilaian terhadap ungkapan karya sastra. Dalam lingkup kajian linguistik filologi sering dirujuk sebagai ilmu untuk memahami teks dan bahasa kuno. Atas dasar anggapan lingusitik itulah dalam tradisi akademik istilah filologi dijelaskan sebagai kajian terhadap sebuah bahasa tertentu bersamaan dengan aspek kesusasteraan dan konteks historis serta aspek kulturalnya.

Berhubungan dengan hal itu, dapat pula dijelaskan bahwa lingkup kajian filologis meliputi kajian tentang tata bahasa, gaya bahasa, sejarah dan penafsiran tentang pengarang serta tradisi kritikal yang dikaitkan dengan bahasa yang disampaikan. Oleh karena itu jika filologi digunakan untuk memahami suatu bahasa maka pendekatan yang memakai disiplin ilmu ini dimaksudkan untuk mencari pemahaman terhadap asal usul bahasa tersebut.

Dalam perkembangan terakhirnya filologi menitikberatkan pengkajiannya pada perbedaan yang ada dalam berbagai naskah sebagai suatu penciptaan dan melihat perbedaan-perbedaan itu sebagai alternatif yang positif.Dalam hubungan ini suatu naskah dipandang sebagai penciptaan kembali (baru) karena mencerminkan perhatian yang aktif dari pembacanya. Sedangkan varian-varian yang ada diartikan sebagai pengungkapan kegiatan yang kreatif untuk memahami,menafsirkan dan membetulkan teks bila ada yang dipandang tidak tepat.

Obyek kajian filologi adalah teks sedang sasaran kerjanya berupa naskah. Naskah merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peninggalan tulisan masa lampau dan teks merupakan kandungan yang tersimpan dalam suatu naskah. Naskah sering pula disebut dengan manuskrip atau kodeks yang berarti tulisan tangan.

Naskah yang menjadi obyek kajian filologi mempunyai karaktristik bahwa naskah tersebut tercipta dari latar social budaya yang sudah tidak ada lagi atau yang tidak sama dengan latar social budaya masyarakat pembaca masa kini dan kondisinya sudah rusak. Bahan yang berupa kertas dan tinta serta bentuk tulisan, dalam perjalanan waktu telah mengalami kerusakan atau perubahan. Gejala yang demikian ini terlihat dari munculnya berbagai variasi bacaan dalam karya tulisan masa lampau.

Istilah pendekatan filologis mencakup pengertian-pegertian istilah akademik, baik sebagai kajian bahasa secara umum yang disebut sebagai filologi klasik, maupun perkembangan mutakhirnya yang mengalami penyempitan sebagai bagian dari ilmu linguistik modern[3].

  1. Filologi Klasik

Lepas dari sentuhan mutakhir dalam perkembangan ilmu filologi, pendekatan ilmiah yang memakai filologi sebagai alat analisis dalam sejarah perkembangan kajian al-Qur’an dan ulumul al-Qur’an atau dalam kajian Islam secara umum sudah dilakukan sejak lama lantaran materi al-Qur’an dan Hadis tertuang dalam bahasa Arab.

  1. Filologi Modern

Penelitian terhadap bidang kajian tafsir hadis melalui pendekatan filologi dalam lingkup akademiknya secara modern dalam ilmu linguistik modern menemukan arti pentingnya dalam mengkaji relasi transkripsi sebuah teks dengan sumber-sumber aslinya.

[1] Nabilah Lubis.. 1996. Naskah, Teks, dan Metode Penelitian Filologi, (Jakarta: Forum Kajian Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah). Hlm. 4.

[2] Kamisa, 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika. Hlm. 169.

[3]Nasution, Khoiruddin. 2009. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Academia dan Tazzafa. hlm. 225.