kredit usaha ultra mikro

Menteri Keuangan (Sri Mulyani) mengaku telah menganggarkan dana penyaluran kredit ultra mikro di tahun ini  sebesar Rp2,5 triliun, lebih naik dibandingkan tahun yang lalu yaitu sebesar Rp1,5 triliun.

Menurut Sri Mulyani, kredit tersebut akan disalurkan kepada pelaku usaha kecil, misalnya penjual ayam, tukang jahit dan pelaku usaha lainnya, dengan pinjaman maksimal Rp10 juta per usaha.

Harapan kamu, penambahan anggaran ini bisa didistribusikan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil agar mereka mampu bertahan dan rode eknominya tetap berputar untuk menompang kebutuhan keluarganya, apalagi bunga kredit UMI sangat rendah. katanya di Malang, pada hari jum’at tanggal 5-jan-2018.

Kredit UMI yang kita ketahui mempunyai bunga kredit berkisar 2 hingga 4 persen, berada dibawah bunga kredit Usaha Rakyat (KUR). Ibu Menteri Keuangan juga berharap, agar pelaku usaha yang memperoleh kredit ultra mikro dapat mengembangkan usahanya sehingga lebih layak untuk mendapat bantuan melalui KUR yang memiliki plafon pinjaman lebih besar. Pada sisi yang lain, Sri Mulyani mengaku, penyaluran kredit UMI masih terkendala oleh sedikitnya lembaga penyalur. Saat ini, penyaluran kredit UMI dilakukan melalui PT. Pegadaian (persero), PT. Bahana Artha Ventura, dan PT. Permodalan Nasional Madani (persero) yang dikoodinasi oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Ketiga BUMN dan anak usaha BUMN itu juga menggunakan koperasi sebagai perpanjangan tangan penyaluran kredit itu, kredit ultra mikro ini, baru mulai sejak bulan Oktober 2017.

Akan tetapi demikian, sampai saat ini debitur UMI sudah mencapai pada 307.032. Para pemerintah pun menargetkan jumlah debitur kredit mencapai 800.000 pada tahun ini (2018).

{ sumber: www.cnnindonesia.com }