Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Dalam penelitian kuantitatif dalam kesimpulannya akan lebih baik jika disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lainnya.

Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang lebih menekankan pada aspek teori dari pada bergelut dengan angka. Dalam prosesnya penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan cermat oleh peneliti tanpa bisa diwakili oleh orang lain dan lebih menitikberatkan pada kualitas. Penelitian kualitatif dapat berupa penelitian naturalistik yaitu penlitian yang pelaksanaannya memang terjad secara alamiah, natural, atau apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami.

Penelitian kuantitatip dan kualitatif mempunyai beberapa perbedaan penting baik dalam langkah penelitian, pengumpulan data, dan sebagainya. Para pakar penelitian sepakat mengatakan bahwa penelitian kaunatitatif dan kualitatif itu berbeda dalam berbagai segi. Adapun perbedaan peneliatian kantitatif dan kualitatif menurut suharsimi antara lain:

A. Kualitatif

  1. Kejelasan unsur memuat: tujuan, pendekatan, subjek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal.
  2. Langkah penelitian: segala sesuatunya direncanakan dengan matang ketika persiapan disusun.
  3. Hipotesis: mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian atau hipotesis menentukan hasil yang diramalkan.
  4. Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
  5. Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
  6. Analisis data: dilakukan sesudah semua data terkumpul.

B. Kuantitatif

  1. Kejelasan memuat: subjek sampel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih fleksibel, timbul, dan berkembang sambil jalan (emergent)
  2. Langkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
  3. Hipotesis: tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung, serta hasil penenlitian masih terbuka.
  4. Desain: desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
  5. Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
  6. Analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

(Dikutif dari: Suharsimi Arikunto, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, hal. 11)