pembuatan skripsi

Dalam pembuatan skripsi sampai persidangannya, ada prosedur yang harus ditempuh mahasiswa yaitu: pengajuan topik (judul penelitian), penulisan proposal, pengajuan proposal, seminar proposal, meminta izin riset, pengumpulan data, analisis data, bimbingan, pembahasan, penulisan, pendaftaran sidang, dan sidang skripsi.

  1. Pengajuan Topik atau Judul Skripsi

Topik adalah pokok permasalahan dalam sebuah karya ilmiah. Adapun judul adalah identitas sebuah karangan yang dapat dibuat setelah karang tuntas dalam segala hal. Dalam karya ilmiah, seperti dalam topk skripsi, topik bisa langsung dijadikan judul. Itulah sebabnya, kita sering tertukar antara topik dan judul. Ada yang mengatakan, “belum punya judul”, seharusnya “belum punya topik”. Dengan demikian, kita seharusnya mengatakan mengajukan topik, bukan mengajukan judul. Tujuan mengajukan topik adalah agar topik yang sudah dibahas oleh orang lain tidak dibahas lagi. Topik sangat berhubungan dengan masalah. Dalam penelitian khususnya skripsi, satu masalah tidak boleh diteliti oleh beberapa orang. Adapun satu objek, boleh diteliti oleh beberapa orang.

  1. Penulisan Proposal

Topik sudah dinyatakan lulus, maka peneliti atau mahasiswa mulai membuat proposal. Penulisan proposal dimulai dari latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, pembuatan hipotesis (jika diperlukan), kerangka berpikir, kajian pustaka, sampai dengan metodologi harus mengacu pada topik yang telah ditentukan. Proposal yang sudah selesai, kemudian diperbanyak sesuai permintaan panitia seminar.

  1. Pengajuan Proposal

Proposal yang telah dibuat dan diperbanyak diajukan kepada panitia seminar. Dari panitia seminar, proposal didistribusikan kepada dosen yang telah ditentukan. Selanjutnya panitia menjadwalkannya.

  1. Seminar Proposal

Seminar proposal tidak sama dengan sidang skripsi. Seminar proposal maksudnya untuk meyakinkan pihak lembaga bahwa mahasiswa yang mengajukan proposal tersebut mampu melakukan penelitian dengan topik tersebut. Dalam seminar proposal, masalah yang ditanyakan penyeminar adalah sekitar penguasaan materi sesuai dengan topik proposal, alasan memilih topik, dan metodologi yang akan digunakan dalam penelitian. Selain itu, tugas penyeminar mengarahkan dan menyarankan seandainya masalah yang dipaparkan mahasiswa tersebut kurang atau tidak sesuai dengan pokok bahasan dan metodologi yang akan ia gunakan. Mahasiswa yang lulus seminar akan menerima surat keputusan yang menjelaskan bahwa mahasiswa boleh meneliti toipk tersebut sesuai dengan lokasi penelitian yang dicantumkan oleh peneliti.

  1. Meminta Izin Riset

Izin riset dapat dikeluarkan oleh fakultas masing-masing jika yang akan diteliti itu adalah manusia, siswa-siswi yang ada pada sebuah sekolah. Adapun penelitian yang tidak membutuhkan izin riset adalah penelitian yang tidak melibatkan manusia, seperti penelitian buku, dan benda-benda mati lainnya.

  1. Pengumpulan Data

Jenis data yang harus dikumpulkan bergantung pada jenis penelitian. Kalau penelitian kuantitatif, maka data yang dikumpulkan harus data kuantitatif yang berupa angka-angka. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes, penyebaran angket, dan sensus. Apabila jenis penelitiannya kualitatif, data yang dikumpulkan juga harus data kualitatif. Data kulaitatif adalah data berupa fakta-fakta, hasil wawancara, pengamatan, penyebaran angket yang tidak diangkakan, pengamatan, membaca, observasi, dan semua hasil yang didapatkan melalui panacaindra.

  1. Analisis Data

Data yang telah terkumpul baik data kuantitatif maupun data kualitatif dianalisis dengan cara masing-masing. Data kuantitatif dipakai untuk menjawab penelitian dan membuktikan hipotesis harus dianalisis dengan teknik statistika. Adapun jenis teknik statistiknya bergantung pada jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian. Selanjutnya, data kulaitatif dipakai menjawab pertanyaan penelitian dan dianalisis dengan analisis data kualitatif. Cara menganalisis data kulaitatif ialah dengan cara mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengkategorikannya.

  1. Bimbingan

Dalam pembuatan skripsi, pembimbing sangat diperlukan karena mahasiswa sebagai peneliti pemula. Peneliti pemula dianggap belum memilki banyak pengetahuan dan pengalamannya, baik dalam melakukan penelitian maupun penulisannya sehingga banyak menemukan kendala. Bimbingan ini tidak hanya diperlukan oleh pembuat skripsi sebagai peneliti pemula, pembuat tesis dan disertasi pun memerlukan pembimbing. Intensitas bimbingan biasanya ditentukan oleh lembaga. Hal itu untuk mengantisipasi akal-akalan mahasiswa. Karena tidak sedikit mahasiswa yang melakukan plagiat atau menjokikan pembuatan skripsinya. Dengan cara demikian, dapat diketahui apakah skripsi tersebut buatan sendiri, hasil plagiat, atau pekerjaan orang lain.

  1. Pembahasan

Setelah memperoleh hasil analisis data, langkah selanjutnya melakukan pembahsan terhadap hasil analisis data. Akan tetapi, tidak semua skripsi memiliki bagian pembahasan. Hal ini bergantung pada penelitiannya. Penelitian yang ada pembahasannya adalah penelitian yang bermaksud atau bertujuan mengetahui pemahaman mahasiswa terhadap pesan-pesan yang disampaikan penulis dalam sebuah karya sastra.

  1. Penulisan Skripsi

Setelah analisis data dan pembahasan data, selanjutnya adalah menulis laporan penelitian (skripsi). Penulisan skripsi harus mengacu pada panduan masing-masing fakultas. Setiap perguruan tinggi atau fakultas mempunyai aturan baku yang telah disepakati bersama. Namun, pada umumnya sama, baik dalam sistematika maupaun penggunaan bahasa. Bahasa yang harus digunakan dalam penulisan skripsi adalah bahasa ragam baku, sedangkan sistematika yang biasa digunakan dalam penulisan skripsi adalah sistem tombol dan sistem desimal.

  1. Pendaftaran Sidang

Setelah selesai penulisan, selanjutnya adalah mendaftarkan diri pada lembaga atau fakultas untuk mengikuti sidang skripsi. Skripsi yang boleh disidangkan intinya sudah sampai pada simpulan. Simpulan merupakan jawaban atas pertanyaan atau masalah penelitian dan pembuktian hipotesis. D dalam skripsi harus telah lengkap: abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel (jika ada), daftar gambar (jika ada), daftar diagram atau bagan (jika ada), yang lainnya menyusul setelah skripsi lulus disidangkan dan selesai perbaikan.

  1. Sidang Skripsi

Sidang skripsi adalah rangkaian proses pendidikan dan pengajaran yang terakhir di sebuah perguruan tinggi. Dengan lulus dari sidang skripsi, berarti mahasiswa sah menjadi sarjana yang dikukuhkan pada acara wisuda. Hal ini karena sidang skripsi merupakan salah satu merupakan salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana. Dalam sidang skripsi semua hal yang ada sangkut pautnya dengan skripsi tersebut harus dipertanggung jawabkan dengan baik, bahkan sampai pada pembuatan skripsi yang dibuat itu hasil sendiri, plagiat, atau dibuatkan oleh orang lain.

(Dikutip dari: Heri Jauhari, 2009. Panduan Penulisan Skripsi Teori dan Aplikasi. Bandung: CV. Pustaka Setia, hal. 23-29)