Mendengar namanya pasti semua orang mengenalnya, sang legenda kungfu dengan juru-jurus yang mematikan yaitu Bruce Lee. Nama asilnya adalah Lee Jun Fan yang lebih dikenal dengan nama Bruce Lee, lahir 27 November 1940 M (tahun naga Cina) di San Francisco, California, Amerika Serikat. Ia lahir dari pasangan suami istri yang berasal dari negara yang berbeda, ayahnya Lee Hoi Chuen (Hong Kong) dan ibunya Grace Ho (San Fransisco, California, Amerika Serikat). Bruce Lee adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara yaitu Phoebe, Agnes, Peter, Bruce Lee, dan Robert.

Leluhur Lee JunFan (Bruce Lee) berasal dari Shunde, Guangdong, Tiongkok, masih satu provinsi dengan tanah kelahiran Ip Kai Man (Ip Man). Dikatakan bahwa asal Bruce Lee Hong Kong disebabkan oleh ayahnya hijrah dari Shunde Guangdong ke Hong Kong untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dan ekonomi yang lebih mapan. Ayahnya berprofesi sebagai pemain pertunjukan opera Cina, sehingga pada waktu kelahirannya ayahnya sedang mengadakan pertunjukan d New York. Sebenarnya Grace Ho tidak pernah merencanakan untuk memberikan puteranya ini nama Amerika, namun yang memberikannya nama Bruce Lee adalah salah seorang pegawai rumah sakit dan Grace tidak keberatan jika anaknya mulai saat itu dipanggil Bruce Lee.

Pada usianya 3 bulan (Februari 1941 M) Lee Jun Fan dibawa keluarganya pulang ke Hong Kong dan tinggal di sana sampai tahun 1958 M yaitu 18 tahun dari usianya. Masa kecil Bruce Lee bertepatan dengan penjajahan Jepang di Hong Kong pada masa perang dunia II sekitar tahun 1941-1945 M. Setelah perang dengan Jepang berakhir, Hong Kong kembali di jajah oleh Inggris. Masa kecilnya bersekolah, ia sering bertemu di jalan dengan anak-anak Inggris dan Hong Kong yang saat itu masih dalam keadaan sedang dijajah oleh Inggris, ia sering berkelahi di jalanan dengan anak-anak Inggris. Ia berkelahi karena sering diolok-olok oleh anak-anak Inggris, sering dicaci maki, dibilang babi Tionghoa, dan pulang membawa tangis, sehingga dengan kebenciannya itulah ia sering berkelahi. Kondisi inilah yang membuat Bruce Lee sangat tertarik untuk mempelajari bela diri.

Pada usianya yang ke 13 tahun (1953 M), Bruce Lee mulai mempelajari Wing Chun pada Grandmaster Ip Man. Ia mempelajari Wing Chun dengan serius, selama 5 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 1953-1958 M. Kung fu Wing Chun yang kini telah dipelajarinya langsung digunakan untuk menghajar anak-anak Inggris yang merendahkannya. Ia bagaikan preman di kelasnya maupun dijalanan, sehingga berkelahi di jalanan merupakan hobinya dan dengan bangga ia berkata “saya tidak boleh menangis karena berkelahi”.

Saat sekolah Bruce Lee terkenal nakal dan suka berkelahi, sehingga nilainya tidak begitu bagus, namun dalam bidang olah raga ia memperoleh nilai yang lumayan. Kesempatan yang tepat bagi Bruce Lee untuk mengikuti ajang ini, kejuaraan tinju antar sekolah dan saat itu ia masih duduk di bangku sekolah jenjang SMA. Ia mengikuti kejuaraan itu dengan berlatih serius pada gurunya Ip Man, sehingga ia mendapatkan juara dengan mengalahkan murid yang berasal dari Inggris. Selain mulai mapan dalam seni bela diri Wing Chun, ia juga sangat menyukai tarian “Cha Cha” dan pernah menjuarai kompetisi tari Cha Cha Hong Kong.

Pada bulan April tahun 1959 M Bruce Lee pergi ke asal ibunya San Fransico, California, Amerika Serikat. Awalnya di sana ia menjadi guru tari, menjadi pelayan restoran dan mengantar koran. Dengan penghasilannya ia masuk Universitas Washington jurusan filsafat dan satu-satunya mahasiswa yang sering menulis tentang kung fu dan filosofinya. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia membuka tempat latihan kung fu bersama teman-temannya yang mereka beri nama “Jun Fan Gung Fu Institute”.

Pada awal tahun 1960 M kung fu Shaolin, kung fu Thai Chi, kung fu Dunk, kung fu Wing Chun, maupun jenis lainnya belum dikenal sama sekali oleh orang Amerika. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Bruce Lee untuk memperkenalkan kung fu kepada orang Amerika dengan cara mendemontrasikannya ke Universitas Washington dan membuka kelas kung fu pada tahun 1963 M.

Alasan yang paling tepat untuk mengungkapkan bahwa jurusan filsafat Tionghoa masih langka, itulah salah satu sebab banyaknya mahasiswa yang tertarik mempelajari kung fu sehingga menantang kesiapan Bruce Lee menjadi dosen filsafat Tionghoa di Universitas tersebut. Setelah beberapa tahun berlalu datanglah seorang mahasiswa baru bernama Linda Emery mengikuti kelas filsafat Tionghoa. Di sanalah Bruce Lee bertemu dan berkenalan Linda Emery dan tertarik belajar kung fu dengan dorongan Bruce Lee yang tidak lain adalah kekasihnya. Seperti lazimnya  pasangan kekasih sering saling mengikuti hobi kekasihnya termasuk Linda Emery. Setelah satu tahun berkenalan akhirnya Bruce Lee dan Linda Emery menikah pada tahun 1964 M. Dari hasil pernikahannya mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Brandon Lee  (1965-1993 M) dan Shannon Lee (1969 M).

Setelah pernikahannya Bruce Lee dan Linda Emery pindah ke Oakland dan membuka kelas cabang kung fu di sana berssama James Lee, sementara kelas yang di Universitas Washington dipercayakan kepada asistennya Taky Kimura. Di sela waktunya mengajarkan kung fu “Wing Chun” ia mengembangkan teknik kung funya dengan mengkolaborasi gerakan tinju barat dengan kuda-kuda kung fu Shaolin sehingga terciptalah kung fu dengan jenis baru yang diberi nama “Jeet Kune Do”.

Setelah seni bela diri Jeet Kune Do berkembang menjadi sebuah mata kuliah, Bruce Lee mempercayakan murid-muridnya menggantikan posisinya sebagai dosen. Selanjutnya ia mulai tertarik untuk bergelut di dunia akting, dan secara kebetulan ia bertemu dengan produser film bernama William Dozzer. Bruce Lee dikontrak satu tahun (1966 M) untuk membintang sebuah film yang berjudul “The Green Hornet” memeran seorang tokoh bernama Kato. Pertama kali tampil sebagai seorang aktor Bruce Lee memperagakan teknik Wing Chunnya dengan ciri khas gerakan yang cepat sehingga sulit untuk direkam dan dipahami gerakannya. Akhirnya produser William Dozier menyarankan agar gerakannnya diperlambat. Film ini sukses dengan sambutan yang meriah dari para penggemar seni bela diri.

Pada tahun 1971 M Bruce Lee kembali ke Hong Kong bersama keluarganya untuk menandatangani kontrak filmnya “The Big Boss” dengan produser film Hong Kong bernama Raymond Chow dari perusahaan Golden Harvest. Pada film ini Bruce Lee berperan sebagai Cheng Chao-an. Film ini laris tayang dan sukses besar di Hong Kong. Setelah itu tahun 1972 M, dilanjutkan dengan filmnya yang berjudul “First of Fury” atau “Chinese Connection”.  Pada film ini Bruce Lee memerankan tokoh Chen Zhen. Ternyata setelah tayang perdana, film ini lebih sukses dari pada film The Big Boss.

Setelah dua filmnya itu, Bruce Lee mulai diperhitungkan dan menjadi sorotan media untuk bisa bekerjasama dalam pembuatan film terutama film yang berkaitan dengan kung fu Cina. Pada tahun yang sama (1972 M) Bruce Lee membintangi dua film barunya sekaligus yang berjudul “Way of the Dragon” atau “Return of the Dragon”, Bruce memerankan tokoh Tang Lung, dan film “The Game of Death” yang disutradarai oleh Robert Clouse. Pada film ini ia memerankan tokoh Hai Tien. Selanjutnya film terakhir yang dibintanginya sebelum kematiannya tahun 1973 M berjudul “Enter the Dragon” disutradarai oleh Robert Clouse. Bruce Lee dalam film ini memerankan tokoh yang bernama Lee. Film ini tidak sempat ditonton langsung oleh Bruce Lee dan ditayangkan setelah kematiannya.

Pada beberapa filmnya tersebut di atas Bruce Lee mengajak murid-muridnya untuk ikut menjadi pemeran seperti: Kareem Abdul Jabbar, Joe Louis, Chuck Norris, Mike Stone, James Coburn, Steve Mc. Queen, dan banyak lagi yang lainnya. Kesempatan emas bagi Bruce Lee dan murid-muridnya untuk unjuk kebolehannya dilayar lebar dan dikenal banyak orang. Penampilan mereka didesain secara matang dan progressif sehingga menghasilkan film yang berkualitas tinggi. Munculnya film yang dibintangi Bruce Lee menjadi acuan bagi berbagai jenis seni bela diri di seluruh dunia. Nama mereka terkenal ke seantero dunia karena keahliannya dalam seni bela diri yang diperankan dengan penuh kesungguhan sehingga seperti tidak ada rekayasa yang berarti, menjadikan film-film yang dibintangi Bruce Lee seolah-olah asli dan ada dalam kehidupan nyata.

Kesempatan besar datang sejak tahun 1966-1973 M Bruce Lee manfaatkan untuk membuat film-film kung fu, sehingga ada sebagian film yang masih diperankannya tidak tuntas, karena dia keburu wafat pada tahun 1973 M. Film yang belum tuntas tersebut berjudul “Game of Death” dan “Tower of Death”. Pada kedua film itu Bruce Lee berperan sebagai Billy Lo. Berikut beberapa foto adegan Bruce Lee dalam filmnya.

Selain berbentuk film kung fu, Bruce Lee juga menulis buku antara lain:

  1. Chinese Gung Fu: The Philosophical Art of Self-Defense.
  2. Tao of Jeet Kune Do.
  3. Bruce Lee’s Fighting Method Volume I-IV.
  4. The Tao of Gung Fu: A Study in the Way of Chinese Martial Art.
  5. Jeet Kune Do: Bruce Lee’s Commentaries on the Martial Way.
  6. The Art of Expressing the Human Body.
  7. Letters of the Dragon: Correspondence 1958-1973.
  8. Artis of life.
  9. Striking Thoughts: Bruce Lee’s Wisdom for Daily Living.
  10. Words of the Dragon: Interviews, 1958-1973.

Karya-karya Bruce Lee mendapat sambutan hangat dan meriah dari berbagai pihak, sehingga banyak institusi, perusahaan, dan berbagai depertemen penting memberinya penghargaan kepadanya, seperti yang ditulis oleh Andrie Wongso motivator ulung di Indonesia dalam jurnalnyaBruce Lee memperoleh beberapa penghargaan antara lain:

  1. Tahun 1958 M, regognized as the “Crown Colony Cha-Cha Champion” di Hong Kong.
  2. Tahun 1964 M, Karate Championship Award Presented at the 1964 International Karate Championships for his “Contribution to Karate”.
  3. Tanggal 2 Mei 1964 M, Commemorative Exhibition Award presented by Wally Jay and the Island Judo Jujitsu Club of Alameda, California in appreciation for his Gung Fu exhibition.
  4. Tanggal 28 Januari 1967 M, Appear on the United Cerebral Palsy Telethon to help raise money for victims of the disease.
  5. Bulan Mei 1967 M, National Karate Championship Appreciation Award presented in appreciation of his participation.
  6. Pada tahunyang sama 1967 M, Appreciation Award presented by Wally Jay and the Island JudoJujitsu club of Alameda, California.
  7. Bulan Juni 1968 M, National Karate Championship Award in appreciation of his participation as a guest judge.
  8. Bulan Mei 1969 M, National Karate Championship Award in appreciation of his participation as a special guest.
  9. Bulan Mei 1970 M, National Karate Championship Award in appreciation of his participation as a guest honor.
  10. Tanggal 30 Oktober 1970 M, Awarded a “Golden Horse Award” for Best Mandarin Movie for the film “First of Fury”.
  11. Tahun 1972 M, Inducted into Black Belt Magazine’s Black Belt Hall of Fame.
  12. 1972 M, Receives an award for being selected by the Hong Kong “Evening” newspaper as one of the top ten movie stars.
  13. Bulan Juni 1972 M, Appear with son, Brondon, on Hong Kong TVB Operation Relief telethon to help raise fund to aid victim of a recent typhoon in Hong Kong; makes a personal donation of $ 10.000 Hong Kong dollars.
  14. 12 Maret 1973 M, St. Francis trophy presented by the students of his Hong Kong almamater for partisipation in St. Francis Xavier’s Collage Sport Day.

Setelah wafatnya Bruce Lee masih mendapatkan penghargaan atas jasa dan karyanya selama masih hidup, seperti yang dilansir oleh Professional Marketing pada jurnal yang ditulis Andri Wongso antara lain:

  1. Tahun 1974 M, Inducted into Black Belt Magazine’s Black Belt Hall of Fame for the second time as the man of the Year/ MartialArtist of the Year.
  2. Bulan April 1993 M, Hollywood Chamber of Commers honor Bruce with a star on the Hollywood Walk of Fame.
  3. Tahun 1994 M, Honored with a Lifetime Achievement Award at the 13th Annual Hong Kong Fil Award.
  4. Tanggal 15 November 1995 M, Hong Kong post office release a postage stamp in honor of Bruce Lee.
  5. Tanggal 4 Agustus 1998 M, The Honorable Pedro Rossello, Governor of Puerto Rico, an the Government of Purto Rico bestow a recognition award to the memory of Bruce Lee.
  6. Tanggal 5-25 Agustus 1998 M, Honored in Tokyo, Japan with the “Bruce Lee Exhibition: Memory of the Dragon”.
  7. Tanggal 16 November 1998 M, Honored by the Chinese Wushu Association with a “Supreme Movie Star Award”.
  8. Tanggal 14 Juni 1999 M, Profile ini Time magazine’s Time 100: The Most Important People of the 20th Century under Heroes and Icons of the 20th Century.
  9. Tahun 1999 M, Listed in The Movie Book as one of five hundred people who have made mademamlandmark contribution to the medium of film.
  10. Tahun 1999 M, Inducted into the “Martialinfo.com Martial Arts Hall of Fame”.
  11. Tanggal 21 Oktober 2000 M, Declared “Bruce Lee Day in San Francisco” by mayor Willie L. Rown ini honor and recognition of the “Little Dragon” in the year of the Golden Dragon.
  12. Tanggal 20 November – 17 Desember 2000 M, Hong Kong Film Archive honor Bruce with an exibition, “Bruce Lee Retrospective”, and a festival of the 20 Bruce Lee films “The Immortial Bruce Lee: From the kid to Kung Fu Dragon”.
  13. Tanggal 22 Oktober 2000 M – 18 Februari 2001 M, Honored in San Francisco with the exchibition, “Bruce Lee: A Retrospective” at the Chinese Culture Centre of San Francisco.
  14. Tahun 2003 M, Bruce Lee named by People Magazine/ HV1 Special Collector’s Edition Magazine as one of 200 Greatest Pop Culture Icons.
  15. Tanggal 7 Desember 2003 M, Latin American Martial Art Society Worldwide inducts Sijo Bruce Lee into the Hall of Fame as a Martial Art Legend.
  16. Tahun 2004 M, Receives a star on the Hong Kong Avenue of the Star.
  17. Tanggal 27 Maret 2005 M, Receives the Star of the Century Award from the Hong Kong Film Award.
  18. Tanggal 19-20 November 2005 M, UCLA Film and Television Archive screen Firs of Fury and Way of the Dragon as part of their “Heroic Grace: the Chinese Martial Art Film Part II” at the James Bridge Thearter at UCLA.
  19. Tahun 2006 M, Named as one of Variety Magazine’s Icons of the Century.
  20. Tanggal 24 Juni 2007 M, Spike TV air Enter the Dragon with bonus interviews and declares it Bruce Lee Day on Spike TV.
  21. Tanggal 10 Juni 2008 M, The Family debuts and launches Bruce Lee Enterprises at the New York Licensing Expo.
  22. Tanggal 18 Juli 2008 M, The Bruce Lee Foundation unveils its plans to build a Bruce Lee Museum in Seattle, Washington and fundarising activities begin.
  23. Bulan Oktober 2008 M, CCTV1 in China premiers a 50 episode biographical, live action series on the legacy of Bruce Lee entitled “The Legend of Bruce Lee”.
  24. Bulan Oktober 2008 M, Discussions begin with the Hong Kong Government to convert Bruce Lee’s former home in Hong Kong into museum run by the Bruce Lee Foundation.
  25. Tanggal 20 April 2009 M, Waddel Media and Lee Way Media will premier the documentary How Bruce Lee Changed the World on History Channel US.

Selain penghargaan-penghargaan di atas, masih banyak lagi penghargaan yang ditujukan kepada Bruce Lee yang kadang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. Berikut ini patung Bruce Lee yang berada di Hong Kong sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas keahliannya dalam seni bela diri.

Beberapa tahun berkarya dalam bidang seni bela diri Bruce Lee mengalami sakit kepala berat. Oleh dokter dianjurkan untuk meminum obat penghilang rasa sakit bernama Equagesic. Setelah meminum satu pil, ia tertidur dan koma. Bruce Lee tidak bisa bangun kembali dan dinyatakan meninggal dunia. Dengan kematiannya yang begitu mendadak porensik melakukan visum dan hasilnya adalah Bruce Lee hipersensitif terhadap obat tersebut yang mengakibatkan pembengkakan otak dan berujung pada koma dan kematian. Bruce Lee wafat pada tanggal 20 Juli 1973 M di Hong Kong pada usianya yang ke-33 tahun. Berikut ini foto Bruce Lee dimulai semenjak masih bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai menikah dan menjelang ajalnya serta foto pemakamannya yang berada di daerah Hong Kong.

demikianlah sejarah hidup Bruce Lee alias Lee Jun Fan. Semoga bermanfaat.