perkembangan anak

Ilmu psikologi berkembang sangat cepat dan muncul beberapa cabang di dalamnya, salah satunya adalah psikologi perkembangan. Tahap yang mendapat perhatian sangat besar diantaranya adalah tahap perkembang anak, karena tahap ini sangat. Banyak studi dan penelitian dilakukan untuk mempelajari tahap anak ini.

Psikologi perkembangan anak tidak hanya memberi kerangka teoritis dalam mengenal dan memahami anak, namun juga menawarkan alternatif solusi yang praktis dalam menangani permasalahan yang terjadi pada anak.

Ada beberapa tahap perkembangan anak antara lain yaitu:

1. Perkembangan kognisi

Kata kognisi berasal dari bahasa latin yaitu cognito, yang berarti pengetahuan. Dalam ilmu psikologi perspektif kognisi adalah model psikologi yang berfokus pada pikiran, keyakinan, harapan, dan sikap. Para ahli psikologi kognisi meyakini bahwa interpretasi atau bagamana kita memaknai peristiwa dalam kehidupan kita, dan menentukan keadaan emosi.

Anak-anak yang berada pada masa kanak-kanak lanjut perkembangan koginisinya berada pada tahap konkret operasional. Artinya, anak-anak mencapa struktur logika tertentu yang memungkinkan mereka membentuk beberapa operasi mental, namun masih terbatas pada objek-objek yang konkret. Anak-anak berpikir logis, namun bukan berpikir abstrak.

2. Perkembangan biologis dan kesehatan fisik

Selama masa kanak-kanak berlanjut perubahan fisik yang terjadi sebagai kelanjutan proses pertumbuhan selama masa bayi dan kanak-kanak awal cenderung berjalan lebih lambat. Namun, pada masa akhir masa kanak-kanak akan terlihat perubahan yang nyata. Pada awal periode ini (usia 6 tahun) anak-anak ini masih terlihat seperti anak-anak kecil. Namun, di akhir periode ini (sekitar usia 12 tahun) anak-anak ini sudah berubah dan mulai tampak seperti orang dewasa awal (masa remaja).

Beberapa perubahan yang menonjol pada masa akhir kanak-kanak adalah; pertumbuhan yang cepat pada ukuran tubuh, kekuatan otot-otot tubuh, dan kemampuan koordiniasi. Pada anak perempuan mulai muncul payudara sekitar usia 10 tahun.

3. Perkembangan emosi

Menurut Goleman, kecerdasan emosi mencakup beberapa unsur sebagai berikut:

  1. Kemampuan seseorang mengenali emosinya sendiri.
  2. Kemampuan mengelola suasana hati.
  3. Kemampuan memotivasi diri sendiri.
  4. Kemampuan mengendalikan nafsu.
  5. Kemampuan membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain.

Aspek emosi mengalami perkembangan yang sangat signifikan pada periode anak. Seiring pertambahan usia, kemampuan anak untuk mengenali emosinya sendiri semakin berkembang. Anak-anak semakin menyadari tentang perasaannya sendiri dan perasaan orang lain. Anak-anak juga semakin mampu mengatur ekspresi emosi dalam situasi sosial dan mampu mereaksi kondisi stres yang dialami orang lain.

4. Perkembangan sosial

Pada aspek sosial, perubahan yang terjadi pada masa akhir kanak-kanak antara lain:

  1. Anak semakin mandiri dan mulai menjauh dari orang tua dan keluarga.
  2. Anak lebih menekankan pada kebutuhan untuk berteman dan membentuk kelompok dengan sebaya.
  3. Anak memiliki kebutuhan besar untuk disukai dan diterima oleh teman sebaya.

5. Perkembangan seksual

Selama tahun-tahun terakhir masa anak-anak atau memasuki masa remaja, anak akan lebih menyadari tentang tubuhnya. Pada tahap ini perkembangan seksual anak meningkat dan cenderung ditekan. Anak-anak akan mengalihkan pikiran mereka pada aktivitas sekolah dan bermain dengan teman-teman sebaya yang sama jenis kelaminnya. Periode ini adalah waktu untuk mengembangkan keterampilan kognisi dan menyerap banyak nilai dari lingkungan sosial mereka.

(Dikutip dari: Lusi Nuryanti, 2008. Psikologi Anak. Jakarta: PT. Indeks, hal. 37-45)