Orangtua jaman sekarang sudah tidak kalah eksisnya dari remaja di media sosial. Seperti yang kita tahu sekarang ini kalau media sosial tidak mengenal usia dan status, banyak orang yang mengabadikan momentnya dengan cara memasukkan kegiatannya kedalam media sosial, seperti dengan cara meng-uploud poto, menulis status (dari yang bahagia sampai berita duka).

Anak yang lucu dan menggemaskan meamng membuat banyak orang tua tidak tahan untuk membagikan foto-foto sibuah hati ke media sosial. Akan tetapi,

Tahukah anda posting foto anak di media sosial sebenarnya berbahaya

Anda masih ingatkah dengan sebuah kasus beberapa bulan yang lalu, yang dimana kasus tersebut perdagangan anak. Kasus itu berawal dari pelaku mengambil foto-foto dari media sosial (instagram). Selain mengundang kejahatan seperti disalahgunakan untuk perdagangan, anak juga rentan menjadi korban penculikan.

Seperti kejadian yang terjadi di India. Seorang ibu bernama Sundeepa Shah (Ibu dari Raghav,4thn) yang sontak kaget ketika kepala sekolah anaknya memberitahukan jikalau salah seorang temannya meminta izin untuk menjemput dan mengantarkan anaknya (Raghav) untuk pulang.

Kami memang berteman di media sosial, akan tetapi saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Yang mengejutkan dia tahu semua detail tentang anak saya, diaman kami tinggal, dan seperti apa rutinitasnya. Untungya kepala sekolah bersikeras untuk meminta izin saya sebelum memperbolhkan wanita tersebut. Sejak itu saya berhenti membagi semua detail tentang anak saya di dunia maya (situs online). Kata Shah.

Sudah banyak ahli mengingatkan kepada para orangtua untuk tidak membagikan foto anak mereka di media sosial apalagi mencantumkan secara lengkap rutinitas kesehariannya. Membagikan foto anak di media sosial jua tidak hanya mengundang kejahatan, akan tetapi juga bisa menyebabkan efek psikologis kepada anak itu sendiri.

Foto-foto, update status yang dilakukan orangtua di situs media sosial dan memberikan efek buruk pada psikologi anak. contoh postingan berbahaya foto anak sedang mandi, atau menyebutkan nama panggilan kesayangan anak di rumah bisa menjadi bahan bully saat sikecil sudah masuk sekolah. kata Dr. Mohan Sundar (Konselor anak dari India).

Dari itu, untuk kepada orangtua, harus pikir dua kali sebelum membagikan (mem posting) apapun di media sosial.

Dilansir dari Timesofindia, Selasa(6/10/2015)