Setelah beberapa bulan tidak turun gunung Yim Wing Chun berharap dapat bertemu kembali dengan orang yang pernah menolongnya, dan saat itu tidak sempat menanyakan nama atau tempat tinggalnya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata Ng Mui datang ke rumahnya yang membuat Yim Wing Chun dengan girang menyambutnya dan menceritakan kepada ayahnya Yim Yee tentang peristiwa hari itu. Kemudian Yim Yee menyerahkan anaknya Yim Wing Chun untuk belajar seni bela diri kepada biksu Ng Mui.

Yim Wing Chun mulai mempelajari gerakan-gerakan kung fu yang menurutnya bahwa gerakan ini adalah gaya baru yang lebih praktis dan cocok untuk kaum perempuan. Ng Mui melatih Yim Wing Chun dengan alat yang dibuatnya sendiri berupa patung kayu yang disebut Wooden Dummy, kemudian menaruhnya di dalam gua gunung Daliang. Ng Mui mengajarkan seluruh ilmunya kepada Yim Wing Chun, termasuk teknik mengolah nafas dan gerakan cepat yang sulit terbaca lawan. Setelah beberapa tahun berlalu Yim Wing Chun telah menjadi pendekar pilih tanding dan pamit kepada gurunya untuk berlatih di rumahnya.